Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau yang kerap disapa Jokowi menyaksikan akad nikah massal yang diselenggarakan Yayasan Al-Rohman Palapa, Kota Denpasar, Sabtu.
Nikah massal tersebut diikuti 53 pasangan pengantin dari Kota Denpasar dan sekitarnya, yang selama ini secara Agama Islam belum melangsungkan akad nikah.
Acara itu juga dihadiri Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota IGN Jayanegara serta beberapa pengurus PDIP Bali dan Kota Denpasar.
Wali Kota Rai Mantra menyambut baik kegiatan nikah massal tersebut, karena dengan kebersamaan ini akan dapat menghemat biaya pernikahan.
"Secara hukum agama dan hukum negara dibenarkan melaksanakan acara pernikahan massal tersebut. Sehingga pasangan nikah yang belum sempat melangsungkan pernikahan maka pada saat bisa disahkan," katanya.
Kata Jokowi, acara ini akan mendorong warga yang selama ini tidak bisa melangsungan nikah secara perorangan, tapi bisa dilakukan secara massal.
"Kegiatan ini bagian dari menumbuhkan sikap sosial, sehingga warga yang kurang mampu bisa melangsungkan pernikahan," ujarnya.
Marsono dan Salamah, pasangan pengantin itu mengaku senang dan terharu bisa melangsungkan pernikahan ini.
"Saya merasa bersyukur bisa melangsungkan pernikahan, walau saya cukup lama sudah nikah. Namun secara resmi akad nikah baru saya ucapkan," katanya.
Dalam kegiatan tersebut cukup unik, karena beberapa pasangan nikah ada yang sudah punya anak dewasa, sehingga ketika mengucapkan akad nikah juga disaksikan anak-anaknya. Antara
Showing posts with label Kunjungan. Show all posts
Showing posts with label Kunjungan. Show all posts
Friday, May 3, 2013
Sunday, December 23, 2012
Jokowi Kunjungi Warga Kepulauan Seribu
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hari ini, Minggu (23/12/2012), untuk kali pertama mengunjungi pulau di seberang wilayah Jakarta, yakni Kepulauan Seribu. Selain tidak diketahui oleh wartawan, kunjungan dadakannya ke Kepulauan Seribu bersama istrinya, Iriana Widodo, pun tidak diketahui oleh Bupati Kepulauan Seribu Achmad Ludfi.
Saat wartawan mencoba mengonfirmasi Achmad Ludfi, ia mengatakan kedatangan Jokowi dan istrinya sangat mendadak sehingga membuat warga kaget. "Beliau datang mendadak, saya sendiri enggak tahu, Mbak," kata Ludfi saat dihubungi wartawan.
Ia mengatakan, saat di Kepulauan Seribu, Jokowi sempat mengunjungi beberapa wilayah kabupaten, menemui masyarakat, dan inspeksi dermaga. Namun, Ludfi enggan menceritakan lebih jauh terkait maksud dan tujuan Jokowi ke Kepulauan Seribu. Ia hanya mengatakan, Jokowi menginginkan supaya Ludfi dapat menggerakkan dan menjaga warganya agar selalu tercipta suasana kondusif.
"Intinya, beliau mengumpulkan masyarakat, lalu beliau menyampaikan apa saja dan menanyakan keluhan warga. Bapak berpesan supaya dapat menjaga wilayah ini lebih kondusif dan wisata menjadi lebih berkembang," kata Ludfi.
Sementara itu, terkait isu yang berkembang bahwa warga Kepulauan Seribu masih terkotak-kotakkan dan masih termarjinalkan antara pendukung Jokowi-Basuki dan pendukung Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Ludfi membantahnya. Menurut dia, seluruh warga Kepulauan Seribu saat ini sudah mendukung kinerja Jokowi-Basuki.
"Ah enggak ada. Semua mendukung Pak Gubernur. Tadi saja, saya ngos-ngosan ngejagain Pak Gubernur dan warga saya. Semuanya berebutan ingin ketemu Pak Gubernur," kata Ludfi.
Sampai pukul 12.00 WIB, kata Ludfi, Jokowi bersama istrinya sudah kembali ke Jakarta dan hanya mengunjungi sekitar dua jam sejak sekitar pukul 09.00 WIB. Menurut rencana, agenda selanjutnya pada Rabu (26/12/2012) mendatang, Pemerintah Kepulauan Seribu mendapat undangan dari Pemerintah Provinsi DKI. Namun, masih belum diketahui, apakah Jokowi yang akan kembali mengunjungi warga Kepulauan Seribu atau Pemerintah Kepulauan Seribu yang menyambangi Balaikota Jakarta.
Kunjungan Gubernur DKI ke Kepulauan Seribu terbilang unik karena merupakan kunjungan kali pertama Jokowi ke daerah itu. Saat Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, pasangan Jokowi-Basuki harus mengakui keunggulan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang meraih suara mayoritas di Kepulauan Seribu.
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/12/23/13305760/Dikunjungi.Jokowi..Warga.Kepulauan.Seribu.Kaget
Saat wartawan mencoba mengonfirmasi Achmad Ludfi, ia mengatakan kedatangan Jokowi dan istrinya sangat mendadak sehingga membuat warga kaget. "Beliau datang mendadak, saya sendiri enggak tahu, Mbak," kata Ludfi saat dihubungi wartawan.
Ia mengatakan, saat di Kepulauan Seribu, Jokowi sempat mengunjungi beberapa wilayah kabupaten, menemui masyarakat, dan inspeksi dermaga. Namun, Ludfi enggan menceritakan lebih jauh terkait maksud dan tujuan Jokowi ke Kepulauan Seribu. Ia hanya mengatakan, Jokowi menginginkan supaya Ludfi dapat menggerakkan dan menjaga warganya agar selalu tercipta suasana kondusif.
"Intinya, beliau mengumpulkan masyarakat, lalu beliau menyampaikan apa saja dan menanyakan keluhan warga. Bapak berpesan supaya dapat menjaga wilayah ini lebih kondusif dan wisata menjadi lebih berkembang," kata Ludfi.
Sementara itu, terkait isu yang berkembang bahwa warga Kepulauan Seribu masih terkotak-kotakkan dan masih termarjinalkan antara pendukung Jokowi-Basuki dan pendukung Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Ludfi membantahnya. Menurut dia, seluruh warga Kepulauan Seribu saat ini sudah mendukung kinerja Jokowi-Basuki.
"Ah enggak ada. Semua mendukung Pak Gubernur. Tadi saja, saya ngos-ngosan ngejagain Pak Gubernur dan warga saya. Semuanya berebutan ingin ketemu Pak Gubernur," kata Ludfi.
Sampai pukul 12.00 WIB, kata Ludfi, Jokowi bersama istrinya sudah kembali ke Jakarta dan hanya mengunjungi sekitar dua jam sejak sekitar pukul 09.00 WIB. Menurut rencana, agenda selanjutnya pada Rabu (26/12/2012) mendatang, Pemerintah Kepulauan Seribu mendapat undangan dari Pemerintah Provinsi DKI. Namun, masih belum diketahui, apakah Jokowi yang akan kembali mengunjungi warga Kepulauan Seribu atau Pemerintah Kepulauan Seribu yang menyambangi Balaikota Jakarta.
Kunjungan Gubernur DKI ke Kepulauan Seribu terbilang unik karena merupakan kunjungan kali pertama Jokowi ke daerah itu. Saat Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, pasangan Jokowi-Basuki harus mengakui keunggulan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang meraih suara mayoritas di Kepulauan Seribu.
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/12/23/13305760/Dikunjungi.Jokowi..Warga.Kepulauan.Seribu.Kaget
Sunday, December 9, 2012
Jokowi Bertolak ke Pulau Dewata Bali
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Minggu (9/12/2012) siang, meninggalkan rumah dinasnya dan terbang ke Bali melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Kedatangan Jokowi ke Pulau Dewata itu untuk menghadiri acara yang digelar Suciwati Soekarnoputri.
"Enggak tahu acaranya apa, tetapi Mbak Sukmawati yang ngundang, ya, saya datang," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Minggu siang.
Secara terpisah, ajudan pribadi Jokowi, Ivand, membenarkan hal itu. Kepada wartawan, ia sampaikan bahwa Jokowi diagendakan menghadiri dan menerima penghargaan pada The 2nd World Ecological Safety Assembly di Nusa Dua Convention Center pukul 19.00 malam.
"Ya, bapak ke airport, ini lagi dalam perjalanan," ujar Ivand.
Dari pantauan Kompas.com, iring-iringan mobil Jokowi meninggalkan rumah dinas di Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat sekitar pukul 13.00 siang.
Jokowi menggunakan mobil dinasnya dan diikuti beberapa ajudan dan petugas dari dinas perhubungan.
Kedatangan Jokowi ke Pulau Dewata itu untuk menghadiri acara yang digelar Suciwati Soekarnoputri.
"Enggak tahu acaranya apa, tetapi Mbak Sukmawati yang ngundang, ya, saya datang," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Minggu siang.
Secara terpisah, ajudan pribadi Jokowi, Ivand, membenarkan hal itu. Kepada wartawan, ia sampaikan bahwa Jokowi diagendakan menghadiri dan menerima penghargaan pada The 2nd World Ecological Safety Assembly di Nusa Dua Convention Center pukul 19.00 malam.
"Ya, bapak ke airport, ini lagi dalam perjalanan," ujar Ivand.
Dari pantauan Kompas.com, iring-iringan mobil Jokowi meninggalkan rumah dinas di Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat sekitar pukul 13.00 siang.
Jokowi menggunakan mobil dinasnya dan diikuti beberapa ajudan dan petugas dari dinas perhubungan.
Saturday, December 8, 2012
Telinga Jokowi Degarkan Suara Warga
Penantian warga Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, usai sudah. Kegelisahan mereka akibat banjir yang kerap melanda sedikit terjawab ketika sang Gubernur Joko Widodo mengunjungi warga, Jumat (7/12/2012) siang.
Namun, perkiraan kebanyakan warga tentang tujuan kedatangan Jokowi sedikit meleset. Jokowi bukan untuk menyosialisasikan "penggusuran" warga dari Kampung Pulo, melainkan hanya untuk mendengar aspirasi warga terkait rencana normalisasi Kali Ciliwung. Ketersediaan telinga Jokowi itu pun akhirnya disambut dengan beragam keluh kesah ratusan warga setempat.
Setelah sepanjang jalan Jokowi masuk ke dalam gang di Kampung Pulo, akhirnya sampai juga ia di tempat acara. Pertemuan pemimpin dengan rakyatnya itu hanya di lapangan bulu tangkis yang disulap menjadi area pertemuan sederhana dengan latar belakang Kali Ciliwung yang baunya semerbak. Di situlah warga menyambut Jokowi.
"Normalnya kali ini 50 meter. Tapi, sekarang hanya 20 meter, jadi kurang yang ke kanan dan ke kiri. Tinggal sore hari ini kita minta masukan oleh warga Kampung Pulo ini, seperti apa kemauan bapak ibu semuanya," ujar Jokowi.
Warga yang hendak mengutarakan aspirasinya satu per satu mulai bermunculan. Beberapa tampak malu-malu. Bermodal mengacungkan telunjuk, sebuah pengeras suara langsung diberikan kepada mereka yang mungkin tidak pernah bicara langsung kepada pemimpinnya. Kali ini, Jokowi tampak tak banyak bicara.
"Saya ke sini hanya mendengar aspirasi, apa yang warga mau. Ini kan baru pertama saya ke sini," ujarnya berulang-ulang.
Tia, warga RT 12 RW 03, Kampung Pulo, menjadi orang pertama yang berkesempatan bicara langsung dengan Jokowi. Terkesan spontan, ia pun mengutarakan kegelisahannya terkait isu bahwa penggusuran warga Kampung Pulo untuk dijadikan rumah susun sewa. Ia juga menyinggung soal harga sewa di "rumah barunya" kelak.
"Kalau ditata, takutnya penggantiannya nggak sesuai karena di sini kan enggak ngontrak, enggak perlu bayar-bayar lagi. Maunya si kehilangan rumah, dapat rumah sendiri lagi, gitu," ujar Tia yang langsung disambut anggukan Jokowi.
Lain lagi bagi Kris Mahendra, warga RT 03 RW 03. Ia menanyakan jaminan warga Kampung Pulo jika jadi ditata, apakah warga yang sudah tinggal di Kampung Pulo selama puluhan tahun akan kehilangan hak administratif atau tidak. Namun, lagi-lagi Jokowi tak berkomentar. Ia hanya tersenyum melihat spontanitas warga.
"Itu terlalu jauh pertanyaannya, saya saja baru pertama datang ke sini," kata Jokowi sambil disertai riuh rendah sorakan ratusan warga.
Jokowi mengimbau warga Kampung Pulo untuk tidak terlalu khawatir dengan isu penggusuran. Yang penting, pemerintahnya mendukung penanggulangan banjir dengan normalisasi Kali Ciliwung yang rencananya dilakukan awal 2013 tanpa ada satu pun warga yang merasa dirugikan.
Kegelisahan warga Kampung Pulo akan segala isu penggusuran mungkin memang tak bisa terjawab sepenuhnya. Namun, melihat tujuan Jokowi yang mengatakan hanya datang untuk mendengar aspirasi warga, hati warga sedikit lega. Paling tidak, sang pemimpin telah memberikan jaminan untuk hidup layak dan tidak dikorbankan demi proyek pembangunan. http://megapolitan.kompas.com/read/2012/12/07/18460359/Ketika.Telinga.Jokowi.Bertemu.Suara.Warga?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign=100%20Hari%20Jokowi-Basuki
Namun, perkiraan kebanyakan warga tentang tujuan kedatangan Jokowi sedikit meleset. Jokowi bukan untuk menyosialisasikan "penggusuran" warga dari Kampung Pulo, melainkan hanya untuk mendengar aspirasi warga terkait rencana normalisasi Kali Ciliwung. Ketersediaan telinga Jokowi itu pun akhirnya disambut dengan beragam keluh kesah ratusan warga setempat.
Setelah sepanjang jalan Jokowi masuk ke dalam gang di Kampung Pulo, akhirnya sampai juga ia di tempat acara. Pertemuan pemimpin dengan rakyatnya itu hanya di lapangan bulu tangkis yang disulap menjadi area pertemuan sederhana dengan latar belakang Kali Ciliwung yang baunya semerbak. Di situlah warga menyambut Jokowi.
"Normalnya kali ini 50 meter. Tapi, sekarang hanya 20 meter, jadi kurang yang ke kanan dan ke kiri. Tinggal sore hari ini kita minta masukan oleh warga Kampung Pulo ini, seperti apa kemauan bapak ibu semuanya," ujar Jokowi.
Warga yang hendak mengutarakan aspirasinya satu per satu mulai bermunculan. Beberapa tampak malu-malu. Bermodal mengacungkan telunjuk, sebuah pengeras suara langsung diberikan kepada mereka yang mungkin tidak pernah bicara langsung kepada pemimpinnya. Kali ini, Jokowi tampak tak banyak bicara.
"Saya ke sini hanya mendengar aspirasi, apa yang warga mau. Ini kan baru pertama saya ke sini," ujarnya berulang-ulang.
Tia, warga RT 12 RW 03, Kampung Pulo, menjadi orang pertama yang berkesempatan bicara langsung dengan Jokowi. Terkesan spontan, ia pun mengutarakan kegelisahannya terkait isu bahwa penggusuran warga Kampung Pulo untuk dijadikan rumah susun sewa. Ia juga menyinggung soal harga sewa di "rumah barunya" kelak.
"Kalau ditata, takutnya penggantiannya nggak sesuai karena di sini kan enggak ngontrak, enggak perlu bayar-bayar lagi. Maunya si kehilangan rumah, dapat rumah sendiri lagi, gitu," ujar Tia yang langsung disambut anggukan Jokowi.
Lain lagi bagi Kris Mahendra, warga RT 03 RW 03. Ia menanyakan jaminan warga Kampung Pulo jika jadi ditata, apakah warga yang sudah tinggal di Kampung Pulo selama puluhan tahun akan kehilangan hak administratif atau tidak. Namun, lagi-lagi Jokowi tak berkomentar. Ia hanya tersenyum melihat spontanitas warga.
"Itu terlalu jauh pertanyaannya, saya saja baru pertama datang ke sini," kata Jokowi sambil disertai riuh rendah sorakan ratusan warga.
Jokowi mengimbau warga Kampung Pulo untuk tidak terlalu khawatir dengan isu penggusuran. Yang penting, pemerintahnya mendukung penanggulangan banjir dengan normalisasi Kali Ciliwung yang rencananya dilakukan awal 2013 tanpa ada satu pun warga yang merasa dirugikan.
Kegelisahan warga Kampung Pulo akan segala isu penggusuran mungkin memang tak bisa terjawab sepenuhnya. Namun, melihat tujuan Jokowi yang mengatakan hanya datang untuk mendengar aspirasi warga, hati warga sedikit lega. Paling tidak, sang pemimpin telah memberikan jaminan untuk hidup layak dan tidak dikorbankan demi proyek pembangunan. http://megapolitan.kompas.com/read/2012/12/07/18460359/Ketika.Telinga.Jokowi.Bertemu.Suara.Warga?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign=100%20Hari%20Jokowi-Basuki
Friday, December 7, 2012
Jokowi Merayu Warga Kampung Pulo
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengunjungi RW 03, Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (7/12/2012) siang. Di wilayah yang kerap dilanda banjir tersebut, nama orang nomor satu di DKI itu dielu-elukan ratusan warga.
"Horeee, Jokowi datang juga, akhirnya datang juga!" ujar ibu-ibu selepas Jokowi masuk ke Gang V, akses masuk ke Kampung Pulo.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, mantan Wali Kota Solo tersebut datang ke Kampung Pulo sekitar pukul 15.20 WIB. Dengan menggunakan mobil Toyota Land Cruiser dengan nomor polisi B 1961 RFR, pria yang mengenakan baju kemeja putih dan celana hitam itu pun masuk ke Gang V. Seperti biasanya, kedatangan Jokowi menyedot perhatian warganya. Beberapa tampak tidak melewatkan pertemuannya dengan Jokowi dengan bersalam-salaman.
"Tangan Jokowi lembut banget," ujar salah seorang ibu.
Jokowi pun sempat melakukan shalat Ashar di Masjid Al Barokah bersama beberapa warga sebelum melanjutkan blusukannya ke gang-gang sempit Kampung Pulo. Rencananya, tujuan Jokowi datang ke Kampung Pulo adalah untuk mendengar aspirasi warga terkait musibah banjir yang kerap melanda.
Gubernur Joko Widodo menemui warga Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, untuk menyosialisasikan normalisasi kali. Dia pun menjelaskan dengan duduk berdiskusi bersama warga.
Saat tiba di lokasi, Jokowi disambut meriah oleh warga. Gang III RT 07 RW 03 yang kecil dipadati sekerumunan orang yang ingin melihat Jokowi dari dekat. Jokowi pun dengan hangat menyapa mereka.
"Kami berada di sini untuk meminta pendapat melakukan diskusi bersama warga karena rencana untuk normalisasi kali yang akan kami lakukan," kata Jokowi dalam diskusi bersama warga yang dilakukan di Lapangan Bulutangkis Gang III, Jumat (7/12/2012).
Jokowi juga menjelaskan, lebar kali yang akan dinormalisasi sekitar 35 meter, dan jalan inspeksi yang dibangun 7,5 meter di samping kiri dan kanan jalan. Dia menjamin tidak akan ada penggusuran terkait rencana normalisasi kali tersebut.
Warga pun menyambut dengan baik diskusi tersebut. Mereka tidak sungkan menyampaikan pendapatnya kepada Jokowi.
Warga: Bagaimana jika normalisasi tersebut dilakukan? Biar bagaimana pun pasti ada yang dikorbankan, karena di sini kan yang umumnya terjadi itu banjir kiriman dari Bogor, bagaimana untuk penataannya kelak ketika normalisasi terjadi?
Jokowi: Jadi kalau warga mau ikut mendukung dan sama-sama memberi masukan, saya yakin tidak ada yang dirugikan. Kalau soal penataan, saya akan memperhatikan bagaimana keinginan warga dengan menggabungkan konsep-konsep yang nantinya akan kami buat.
Warga: Ketika normalisasi terjadi, kami tidak mau direlokasi karena sudah dari zaman Belanda di sini. Kami tak dapat begitu saja meninggalkan tempat ini, keinginan kami hanya jangan ada penggusuran
Jokowi: Jangan ada yang resah, jangan ada yang khawatir. Ini baru pertemuan pertama belum ada keputusan, kan sengaja saya datang ke sini untuk berdiskusi mendengarkan aspirasi-aspirasi dari warga sini agar semua dapat diselesaikan secara bersama, akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya. Di situlah kita akan kembali membahas rencana normalisasi ini lebih lanjut tanpa merugikan warga.
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/12/07/16465496/Cara.Jokowi.Merayu.Warga.Kampung.Pulo?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign=100%20Hari%20Jokowi-Basuki
"Horeee, Jokowi datang juga, akhirnya datang juga!" ujar ibu-ibu selepas Jokowi masuk ke Gang V, akses masuk ke Kampung Pulo.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, mantan Wali Kota Solo tersebut datang ke Kampung Pulo sekitar pukul 15.20 WIB. Dengan menggunakan mobil Toyota Land Cruiser dengan nomor polisi B 1961 RFR, pria yang mengenakan baju kemeja putih dan celana hitam itu pun masuk ke Gang V. Seperti biasanya, kedatangan Jokowi menyedot perhatian warganya. Beberapa tampak tidak melewatkan pertemuannya dengan Jokowi dengan bersalam-salaman.
"Tangan Jokowi lembut banget," ujar salah seorang ibu.
Jokowi pun sempat melakukan shalat Ashar di Masjid Al Barokah bersama beberapa warga sebelum melanjutkan blusukannya ke gang-gang sempit Kampung Pulo. Rencananya, tujuan Jokowi datang ke Kampung Pulo adalah untuk mendengar aspirasi warga terkait musibah banjir yang kerap melanda.
Gubernur Joko Widodo menemui warga Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, untuk menyosialisasikan normalisasi kali. Dia pun menjelaskan dengan duduk berdiskusi bersama warga.
Saat tiba di lokasi, Jokowi disambut meriah oleh warga. Gang III RT 07 RW 03 yang kecil dipadati sekerumunan orang yang ingin melihat Jokowi dari dekat. Jokowi pun dengan hangat menyapa mereka.
"Kami berada di sini untuk meminta pendapat melakukan diskusi bersama warga karena rencana untuk normalisasi kali yang akan kami lakukan," kata Jokowi dalam diskusi bersama warga yang dilakukan di Lapangan Bulutangkis Gang III, Jumat (7/12/2012).
Jokowi juga menjelaskan, lebar kali yang akan dinormalisasi sekitar 35 meter, dan jalan inspeksi yang dibangun 7,5 meter di samping kiri dan kanan jalan. Dia menjamin tidak akan ada penggusuran terkait rencana normalisasi kali tersebut.
Warga pun menyambut dengan baik diskusi tersebut. Mereka tidak sungkan menyampaikan pendapatnya kepada Jokowi.
Warga: Bagaimana jika normalisasi tersebut dilakukan? Biar bagaimana pun pasti ada yang dikorbankan, karena di sini kan yang umumnya terjadi itu banjir kiriman dari Bogor, bagaimana untuk penataannya kelak ketika normalisasi terjadi?
Jokowi: Jadi kalau warga mau ikut mendukung dan sama-sama memberi masukan, saya yakin tidak ada yang dirugikan. Kalau soal penataan, saya akan memperhatikan bagaimana keinginan warga dengan menggabungkan konsep-konsep yang nantinya akan kami buat.
Warga: Ketika normalisasi terjadi, kami tidak mau direlokasi karena sudah dari zaman Belanda di sini. Kami tak dapat begitu saja meninggalkan tempat ini, keinginan kami hanya jangan ada penggusuran
Jokowi: Jangan ada yang resah, jangan ada yang khawatir. Ini baru pertemuan pertama belum ada keputusan, kan sengaja saya datang ke sini untuk berdiskusi mendengarkan aspirasi-aspirasi dari warga sini agar semua dapat diselesaikan secara bersama, akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya. Di situlah kita akan kembali membahas rencana normalisasi ini lebih lanjut tanpa merugikan warga.
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/12/07/16465496/Cara.Jokowi.Merayu.Warga.Kampung.Pulo?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign=100%20Hari%20Jokowi-Basuki
Monday, December 3, 2012
Joko Widodo Meninjau Gedung Mal UKM
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau Mal UKM di Jalan Kebon Kacang, Jakarta Pusat, Senin (3/12/2012) sore ini. Tiba di mal tersebut, Jokowi hanya terdiam dan menggelengkan kepalanya saat melihat gedung itu dibiarkan gelap dan tidak terurus.
Gedung enam lantai itu memang terlihat gelap tanpa penerangan. Lantai dan temboknya pun kusam dan berdebu. Bahkan, saat memasuki wilayah basement atau bawah tanah, bau pesing tercium sangat menyengat.
Melihat keadaan yang memprihatinkan itu, Jokowi langsung memerintahkan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Ratnaningsih untuk segera memperbaiki gedung yang sudah lebih dari dua tahun tidak ditinggali tersebut.
"Wah, gedungnya kok sudah jelek begini, Bu. Besok segera diperbaiki ya," kata Jokowi kepada Ratna di Mal UKM, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Dalam proses renovasi Mal UKM itu, Jokowi memerintahkan Dinas UKM DKI untuk memperbaiki cat tembok, lantai keramiknya yang sudah retak, dan sebagainya.
Ratna pun mengaku sudah mendiskusikan terkait pengerjaan renovasi Mal UKM yang berada di sekitar Thamrin City itu. Pihaknya telah mempersiapkan kebutuhan listrik dan penyejuk ruangan. Jokowi pun tidak mengetahui kenapa gedung yang besar itu bisa tidak terawat dan tidak berpenghuni.
"Enggak mengerti saya, tapi kalau sebetulnya melihat posisi strategisnya dan melihat fasilitas yang ada di dalam ya wow, bagus sekali," kata Jokowi.
Bangunan enam lantai itu, kata Jokowi, harus segera dimanfaatkan. Ia mengatakan, Pemprov DKI harus dapat produktif memberikan ruang-ruang yang memberi manfaat kepada para pengusaha mikro, kecil, dan usaha rumah tangga.
"PKL coba kita bawa ke sini semuanyalah," kata Jokowi.
Menurutnya, tempat itu hanya butuh ruang promosi agar warga masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, tertarik mengunjungi tempat tersebut.
"Ini hanya masalah bagaimana mempromosikan tempat ini, bagaimana meramaikan tempat ini, bagaimana membawa orang untuk datang ke sini," kata Jokowi.
Sementara itu, Ratnaningsih mengatakan, rencananya ke depan terkait penghidupan kembali Mal UKM tersebut adalah dengan memberi kebebasan kepada yang akan berjualan di sana selama enam bulan.
"Digratiskan selama enam bulan, nanti retribusi Rp 5.000 sampai Rp 15.000 per harinya," ujar Ratna.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta mal UKM di kawasan Thamrin City untuk segera diperbaiki. Dia yakin, dalam setahun, gedung itu sudah berfungsi kembali seperti semula dan ramai oleh para usaha kecil menengah dan akan menghidupkan kembali aktivitas perekonomian di denyut jantung Ibu Kota.
"Ya, dijaminlah. Coba sajalah tunggu setahun, nanti sudah dijamin ramailah. Pokoknya kalau enggak ada yang bisa garap, ya tak garap sendiri nanti," kata Jokowi di mal UKM, Kebon Kacang, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Jokowi mengaku sudah sangat berpengalaman untuk mengurusi urusan bisnis dalam rangka memajukan aktivitas bisnis yang mati.
"Ini urusan saya, dari kecil sudah mengurusi kayak begini ini, ya sudah 23 tahun saya mengurusi ini," ujarnya.
Jokowi memiliki keyakinan itu karena mal UKM berada di tempat yang strategis dan memiliki semua fasilitas yang dibutuhkan.
"Semuanya ada, tinggal masalah niatnya saja, mau atau tidak untuk menghidupkan kembali. Tadi Dinas UKM bilang akan menyanggupi, ya berarti sudah beres, nanti saya tinggal kawal saja," kata Jokowi.
Jokowi pun segera menyiapkan anggaran untuk kebutuhan promosi gedung tersebut. Selain itu, ia juga berencana akan menampung pedagang kaki lima (PKL) yang telah diseleksi untuk menempati bagian food court-nya.
"Ya, mungkin nanti bisa saja di food court-nya diseleksi yang bagus-bagus untuk dimasukkan, kenapa tidak?" katanya.
Gedung mal UKM yang memiliki enam lantai itu kini memang dalam kondisi tak terurus, gelap tanpa penerangan. Lantai dan temboknya pun menjadi kusam dan berdebu. Bahkan, saat memasuki wilayah basement atau bawah tanah, bau pesing tercium sangat menyengat.
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/12/03/20055482/Jokowi.Jamin.dalam.Setahun.Mal.UKM.Ramai?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign=100%20Hari%20Jokowi-Basuki
Gedung enam lantai itu memang terlihat gelap tanpa penerangan. Lantai dan temboknya pun kusam dan berdebu. Bahkan, saat memasuki wilayah basement atau bawah tanah, bau pesing tercium sangat menyengat.
Melihat keadaan yang memprihatinkan itu, Jokowi langsung memerintahkan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Ratnaningsih untuk segera memperbaiki gedung yang sudah lebih dari dua tahun tidak ditinggali tersebut.
"Wah, gedungnya kok sudah jelek begini, Bu. Besok segera diperbaiki ya," kata Jokowi kepada Ratna di Mal UKM, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Dalam proses renovasi Mal UKM itu, Jokowi memerintahkan Dinas UKM DKI untuk memperbaiki cat tembok, lantai keramiknya yang sudah retak, dan sebagainya.
Ratna pun mengaku sudah mendiskusikan terkait pengerjaan renovasi Mal UKM yang berada di sekitar Thamrin City itu. Pihaknya telah mempersiapkan kebutuhan listrik dan penyejuk ruangan. Jokowi pun tidak mengetahui kenapa gedung yang besar itu bisa tidak terawat dan tidak berpenghuni.
"Enggak mengerti saya, tapi kalau sebetulnya melihat posisi strategisnya dan melihat fasilitas yang ada di dalam ya wow, bagus sekali," kata Jokowi.
Bangunan enam lantai itu, kata Jokowi, harus segera dimanfaatkan. Ia mengatakan, Pemprov DKI harus dapat produktif memberikan ruang-ruang yang memberi manfaat kepada para pengusaha mikro, kecil, dan usaha rumah tangga.
"PKL coba kita bawa ke sini semuanyalah," kata Jokowi.
Menurutnya, tempat itu hanya butuh ruang promosi agar warga masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, tertarik mengunjungi tempat tersebut.
"Ini hanya masalah bagaimana mempromosikan tempat ini, bagaimana meramaikan tempat ini, bagaimana membawa orang untuk datang ke sini," kata Jokowi.
Sementara itu, Ratnaningsih mengatakan, rencananya ke depan terkait penghidupan kembali Mal UKM tersebut adalah dengan memberi kebebasan kepada yang akan berjualan di sana selama enam bulan.
"Digratiskan selama enam bulan, nanti retribusi Rp 5.000 sampai Rp 15.000 per harinya," ujar Ratna.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta mal UKM di kawasan Thamrin City untuk segera diperbaiki. Dia yakin, dalam setahun, gedung itu sudah berfungsi kembali seperti semula dan ramai oleh para usaha kecil menengah dan akan menghidupkan kembali aktivitas perekonomian di denyut jantung Ibu Kota.
"Ya, dijaminlah. Coba sajalah tunggu setahun, nanti sudah dijamin ramailah. Pokoknya kalau enggak ada yang bisa garap, ya tak garap sendiri nanti," kata Jokowi di mal UKM, Kebon Kacang, Jakarta, Senin (3/12/2012).
Jokowi mengaku sudah sangat berpengalaman untuk mengurusi urusan bisnis dalam rangka memajukan aktivitas bisnis yang mati.
"Ini urusan saya, dari kecil sudah mengurusi kayak begini ini, ya sudah 23 tahun saya mengurusi ini," ujarnya.
Jokowi memiliki keyakinan itu karena mal UKM berada di tempat yang strategis dan memiliki semua fasilitas yang dibutuhkan.
"Semuanya ada, tinggal masalah niatnya saja, mau atau tidak untuk menghidupkan kembali. Tadi Dinas UKM bilang akan menyanggupi, ya berarti sudah beres, nanti saya tinggal kawal saja," kata Jokowi.
Jokowi pun segera menyiapkan anggaran untuk kebutuhan promosi gedung tersebut. Selain itu, ia juga berencana akan menampung pedagang kaki lima (PKL) yang telah diseleksi untuk menempati bagian food court-nya.
"Ya, mungkin nanti bisa saja di food court-nya diseleksi yang bagus-bagus untuk dimasukkan, kenapa tidak?" katanya.
Gedung mal UKM yang memiliki enam lantai itu kini memang dalam kondisi tak terurus, gelap tanpa penerangan. Lantai dan temboknya pun menjadi kusam dan berdebu. Bahkan, saat memasuki wilayah basement atau bawah tanah, bau pesing tercium sangat menyengat.
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/12/03/20055482/Jokowi.Jamin.dalam.Setahun.Mal.UKM.Ramai?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign=100%20Hari%20Jokowi-Basuki
Friday, November 30, 2012
Jokowi ke Sekolah Bagikan Kartu Pintar
Kartu Jakarta Pintar (KJP) resmi diluncurkan oleh Pemerintah DKI Jakarta mulai hari ini, Sabtu (1/12/2012). Namun, banyak pihak meragukan efektivitas penggunaan kartu ini.
Jokowi Datang, Ribuan Siswa Bersorak
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akhirnya tiba di SMA Yappenda, Jakarta Utara, pukul 08.15 WIB, untuk membagikan Kartu Jakarta Pintar secara resmi. Sekolah ini memang menjadi titik awal pembagian kartu pintar bagi siswa dari sekolah di wilayah Jakarta Utara. Kedatangan Jokowi memang telah ditunggu-tunggu oleh ribuan siswa sejak pagi. Shalawat, dan kendang serta dengan sorak sorai ribuan siswa menyambut kedatangan mantan Wali Kota Solo ini.
"Jokowi, Jokowi, Jokowi, hoooooo...," begitulah sorak sorai ribuan siswa saat Jokowi memasuki halaman sekolah sambil melambaikan tangan.
Kedatangan Jokowi ke sekolah ini adalah untuk membagikan KJP kepada 1.675 siswa miskin dari 46 sekolah yang berasal dari 5 sekolah negeri dan 41 sekolah swasta di wilayah Jakarta Utara. Menurut jadwal, Jokowi akan membagikan KJP hingga pukul 09.00 WIB, dan kemudian dilanjutkan di SMA Paskalis, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Seperti diberitakan, sepanjang tahun ini, Pemerintah Provinsi DKI akan memberikan KJP kepada 10.406 siswa SMA dan SMK. Jumlah tersebut untuk menutup angka partisipasi kasar yang mencapai 87,16 persen. Anggaran yang dialokasikan untuk KJP tahun ini sebesar Rp 37 miliar. KJP merupakan salah satu program unggulan di bidang pendidikan hasil inisiasi pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Jokowi. Kartu ini diperuntukkan bagi peserta didik yang tidak mampu atau miskin.
KJP juga ditujukan sebagai biaya penunjang kebutuhan personal, seperti uang transportasi, buku, sepatu, baju, gizi, dan lain-lain. Masing-masing siswa penerima akan memiliki KJP dalam wujud kartu anjungan tunai mandiri (ATM) Bank DKI dengan suntikan dana sekitar Rp 240.000 per bulan. Tahun ini, KJP hanya dibatasi untuk siswa di jenjang pendidikan menengah (SMA/SMK). Pemprov DKI Jakarta tengah mengkaji pemberian kartu serupa untuk siswa di jenjang pendidikan dasar, SD dan SMP.
SMA Paskalis Siap Sambut Jokowi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hari ini, Sabtu (1/12/2012) akan menyerahkan karta Jakarta Pintar kepada sekitar 3.000 siswa kurang mampu di seluruh Jakarta.
Penyerahan dilakukan di dua tempat, salah satunya di SMA Paskalis , Kemayoran, Jakarta Pusat untuk siswa di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Saat ini para siswa dan juga para pejabat Suku Dinas Pendidikan dan Kebudyaan Jakarta Pusat sudah hadir di lokasi untuk menunggu kehadiran Jokowi yang sedang menyerahkan kartu jakarta pintar di Jakarta Utara.
Untuk menunggu Gubernur, para tamu undangan disuguhi paduan suara dari siswa-siswi SD Santo Mikael.
Berlokasi di perbatasan Jakarta Pusat dan Jakarta, persisnya di Kompleks KODAM Sumur Batu (samping ITC Cempakamas) SMA Paskalis menampung banyak siswa kurang mampu dari Sunter, Kodamar, Galur, Tanah Tinggi dan sekitarnya.
Kepala SMA Paskalis Theresia Setyastanti menyatakan, lulusan SMP yang masuk sekolahnya memang bukan siswa-siswa dengan prestasi akademik baik. "Tapi kami mendidik mereka, memberi motivasi agar mereka tidak berkecil hati menatap masa depan," kata guru yang mengajar di sekolah itu sejak berdiri 1986.
Itu dibuktikan dengan alumninya yang ternyata banyak yang sukses sebagai wiraswastawan muda. Ada juga alumninya yang lulus cumlaude dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Kepala SMA Paskalis Bangga Didatangi Jokowi
Gubernur Jakarta Joko Widodo disambut antusias para siswa SMA Paskalis, Kemayoran, Jakarta. SMA ini dipercaya menjadi tuan rumah penyerahan Kartu Jakartau Pintar, Sabtu (1/12/2012).
Jokowi tiba pukul 09.27 WIB, lebih cepat dari yang dijadwalkan sebelumnya. Dalam acara tersebut, sebanyak 100 siswa menerima secara simbolis Kartu Jakarta Pintar dari tangan Jokowi langsung. Selanjutnya, sebanyak tiga siswa mencoba langsung penggunaan kartu Jakarta Pintar dengan didampingi Jokowi.
Theresia Setyastanti, Kepala SMA Paskalis menyambut gembira dan merasa bangga atas terpilihnya beberapa siswanya yang menerima Kartu Jakarta Pintar. "Saya sangat senang dan suatu kebanggaan bagi kami bisa kedatangan Bapak Gubernur," katanya.
Theresia mengatakan, SMA Paskalis mendapat jatah menerima Kartu Jakarta Pintar sebanyak 20 siswa. Kartu Jakarta Pintar itu, kata dia, akan membantu mengurangi beban biaya siswa.
"KJP pasti sangat membantu biaya pendidikan anak-anak kami," katanya.
Kepada wartawan Theresia mengatakan, ke-20 siswa SMA Paskalis penerima KJP layak menerimanya karena sudah dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu dari kelurahan. Sementara dari pihak sekolah, kata Theresia, merekomendasi anak-anak yang kebetulan tidak mampu dan pintar secara akademis dan baik perilakunya.
Menurut Theresia, SMA Paskalis memiliki siswa dengan latar belakang ekonomi yang beragam. "Kami memiliki siswa yang menengah ke atas dan juga kurang mampu," katanya.
Dengan demikian hari ini siswa yang menerima secara simbolis program Kartu Jakarta Pintar yang diluncurkan Joko Widodo berjumlah 3.046 siswa dari 113 sekolah yang terdiri dari 98 sekolah swasta dan 15 sekolah negeri.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com
Jokowi Datang, Ribuan Siswa Bersorak
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akhirnya tiba di SMA Yappenda, Jakarta Utara, pukul 08.15 WIB, untuk membagikan Kartu Jakarta Pintar secara resmi. Sekolah ini memang menjadi titik awal pembagian kartu pintar bagi siswa dari sekolah di wilayah Jakarta Utara. Kedatangan Jokowi memang telah ditunggu-tunggu oleh ribuan siswa sejak pagi. Shalawat, dan kendang serta dengan sorak sorai ribuan siswa menyambut kedatangan mantan Wali Kota Solo ini.
"Jokowi, Jokowi, Jokowi, hoooooo...," begitulah sorak sorai ribuan siswa saat Jokowi memasuki halaman sekolah sambil melambaikan tangan.
Kedatangan Jokowi ke sekolah ini adalah untuk membagikan KJP kepada 1.675 siswa miskin dari 46 sekolah yang berasal dari 5 sekolah negeri dan 41 sekolah swasta di wilayah Jakarta Utara. Menurut jadwal, Jokowi akan membagikan KJP hingga pukul 09.00 WIB, dan kemudian dilanjutkan di SMA Paskalis, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Seperti diberitakan, sepanjang tahun ini, Pemerintah Provinsi DKI akan memberikan KJP kepada 10.406 siswa SMA dan SMK. Jumlah tersebut untuk menutup angka partisipasi kasar yang mencapai 87,16 persen. Anggaran yang dialokasikan untuk KJP tahun ini sebesar Rp 37 miliar. KJP merupakan salah satu program unggulan di bidang pendidikan hasil inisiasi pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Jokowi. Kartu ini diperuntukkan bagi peserta didik yang tidak mampu atau miskin.
KJP juga ditujukan sebagai biaya penunjang kebutuhan personal, seperti uang transportasi, buku, sepatu, baju, gizi, dan lain-lain. Masing-masing siswa penerima akan memiliki KJP dalam wujud kartu anjungan tunai mandiri (ATM) Bank DKI dengan suntikan dana sekitar Rp 240.000 per bulan. Tahun ini, KJP hanya dibatasi untuk siswa di jenjang pendidikan menengah (SMA/SMK). Pemprov DKI Jakarta tengah mengkaji pemberian kartu serupa untuk siswa di jenjang pendidikan dasar, SD dan SMP.
SMA Paskalis Siap Sambut Jokowi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hari ini, Sabtu (1/12/2012) akan menyerahkan karta Jakarta Pintar kepada sekitar 3.000 siswa kurang mampu di seluruh Jakarta.
Penyerahan dilakukan di dua tempat, salah satunya di SMA Paskalis , Kemayoran, Jakarta Pusat untuk siswa di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Saat ini para siswa dan juga para pejabat Suku Dinas Pendidikan dan Kebudyaan Jakarta Pusat sudah hadir di lokasi untuk menunggu kehadiran Jokowi yang sedang menyerahkan kartu jakarta pintar di Jakarta Utara.
Untuk menunggu Gubernur, para tamu undangan disuguhi paduan suara dari siswa-siswi SD Santo Mikael.
Berlokasi di perbatasan Jakarta Pusat dan Jakarta, persisnya di Kompleks KODAM Sumur Batu (samping ITC Cempakamas) SMA Paskalis menampung banyak siswa kurang mampu dari Sunter, Kodamar, Galur, Tanah Tinggi dan sekitarnya.
Kepala SMA Paskalis Theresia Setyastanti menyatakan, lulusan SMP yang masuk sekolahnya memang bukan siswa-siswa dengan prestasi akademik baik. "Tapi kami mendidik mereka, memberi motivasi agar mereka tidak berkecil hati menatap masa depan," kata guru yang mengajar di sekolah itu sejak berdiri 1986.
Itu dibuktikan dengan alumninya yang ternyata banyak yang sukses sebagai wiraswastawan muda. Ada juga alumninya yang lulus cumlaude dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Kepala SMA Paskalis Bangga Didatangi Jokowi
Gubernur Jakarta Joko Widodo disambut antusias para siswa SMA Paskalis, Kemayoran, Jakarta. SMA ini dipercaya menjadi tuan rumah penyerahan Kartu Jakartau Pintar, Sabtu (1/12/2012).
Jokowi tiba pukul 09.27 WIB, lebih cepat dari yang dijadwalkan sebelumnya. Dalam acara tersebut, sebanyak 100 siswa menerima secara simbolis Kartu Jakarta Pintar dari tangan Jokowi langsung. Selanjutnya, sebanyak tiga siswa mencoba langsung penggunaan kartu Jakarta Pintar dengan didampingi Jokowi.
Theresia Setyastanti, Kepala SMA Paskalis menyambut gembira dan merasa bangga atas terpilihnya beberapa siswanya yang menerima Kartu Jakarta Pintar. "Saya sangat senang dan suatu kebanggaan bagi kami bisa kedatangan Bapak Gubernur," katanya.
Theresia mengatakan, SMA Paskalis mendapat jatah menerima Kartu Jakarta Pintar sebanyak 20 siswa. Kartu Jakarta Pintar itu, kata dia, akan membantu mengurangi beban biaya siswa.
"KJP pasti sangat membantu biaya pendidikan anak-anak kami," katanya.
Kepada wartawan Theresia mengatakan, ke-20 siswa SMA Paskalis penerima KJP layak menerimanya karena sudah dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu dari kelurahan. Sementara dari pihak sekolah, kata Theresia, merekomendasi anak-anak yang kebetulan tidak mampu dan pintar secara akademis dan baik perilakunya.
Menurut Theresia, SMA Paskalis memiliki siswa dengan latar belakang ekonomi yang beragam. "Kami memiliki siswa yang menengah ke atas dan juga kurang mampu," katanya.
Dengan demikian hari ini siswa yang menerima secara simbolis program Kartu Jakarta Pintar yang diluncurkan Joko Widodo berjumlah 3.046 siswa dari 113 sekolah yang terdiri dari 98 sekolah swasta dan 15 sekolah negeri.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com
Wednesday, November 28, 2012
Warga Kampung Sawah Sambut Jokowi
Warga Kampung Sawah masih menutup Jalan Raya Cakung Cilincing, tepat di depan akses masuk gerbang tol Cakung-Cilincing. Mereka berharap Gubernur DKI Jakara Joko Widodo menyelesaikan masalah tanah mereka. "Pak Jokowi datanglah sekarang juga," teriak warga Kampung Sawah dalam aksi demo mereka, Rabu (28/11/2012).
Siti, salah satu warga yang ikut turun ke jalan, mengatakan bahwa dia yakin Jokowi bisa menjadi solusi masalah mereka. Dia dan warga sepakat menunggu kedatangan Gubernur DKI Jakarta itu ke Kampung Sawah. "Kami di sini beserta anak-anak dan warga akan menunggu Jokowi," ujarnya.
Warga yang sudah mendiami Kampung Sawah sejak tahun 1970 ini meminta agar pemerintah melakukan pembatalan penggusuran tanah dan memberikan legalitas kependudukan kepada mereka.
Hingga pukul 12.00 WIB, warga tetap bertahan menutup jalan. Teriknya matahari tidak menghalangi aksi mereka. Warga yang berdemo membuat tenda-tenda untuk melindungi mereka dari sengatan matahari sambil bernyanyi dengan kata-kata yang mengharapkan hadirnya Jokowi. Jalan menuju Cakung pun masih lumpuh.
Setelah tujuh jam menduduki Jalan Cakung Cilincing, Jakarta Utara, warga Kampung Sawah akhirnya membubarkan diri. Mereka dijanjikan akan ditemui Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono. "Tetapi hal itu masih belum pasti (kedatangan Jokowi) lantaran kesibukannya, tapi Pak wali kota pasti datang," kata Sugeng sutrisno, wakil warga Kampung Sawah yang ikut rapat di Wali Kota Jakarta Utara, Rabu (28/11/2012).
Menurut Sugeng, Wali Kota Jakut Bambang menjanjikan bahwa warga Kampung Sawah tidak akan digusur. Malah Bambang menjanjikan akan secepatnya membentuk RT dan RW. "Kalau bohong kita demo lagi," kata Sugeng. Untuk lebih memuaskan warga, menurut Sugeng, Jokowi dan Bambang akan menemui warga Kampung Sawah untuk langkah pembentukan RT dan RW itu.
Setelah melakukan demonstrasi sejak pukul 06.00 tadi, Rabu (28/11/2012), warga Kampung Sawah, Cilincing, Jakarta Utara, akhirnya lega karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersedia hadir di tengah-tengah mereka pada sore hari. Warga menyambut orang nomor satu di pemerintahan Jakarta itu dengan sukacita.
Dalam kunjungannya, Jokowi melakukan pertemuan dengan warga selama kurang dari satu jam. Jokowi yang sebelumnya dibuat pusing dengan pertemuan yang membahas kelanjutan proyek mass rapid transit (MRT) menyempatkan diri untuk shalat Maghrib di Masjid Nur Hidayah, Kampung Sawah. Warga yang menyaksikan itu ikut berkerumun ke masjid tersebut dan meminta bersalaman dengan Jokowi.
Dalam pertemuan dengan warga Kampung Sawah, Jokowi juga ditemani Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono. Dalam dialog tersebut, Jokowi menjanjikan beberapa hal terkait status kependudukan warga. "Nanti saya kasih KTP, saya buatkan RT dan RW, saya berikan KJS, tetapi warga saya harap sabar," kata Jokowi yang disambut gegap gempita oleh warga.
Akhirnya, pertemuan Jokowi dengan warga Kampung Sawah berakhir dengan kepuasan warga atas demonstrasi hari ini. "Alhamdulillah, akhirnya doa kita didengar Allah SWT," ucap seorang warga.
Sejak tadi pagi, warga Kampung Sawah berunjuk rasa dengan membakar ban dan memblokade jalan raya Cakung-Cilincing. Mereka gerah karena mendengar bahwa hari ini akan ada eksekusi penggusuran warga dari tanah yang mereka diami. Mereka bersikeras untuk mendapatkan hak atas tanah tersebut karena mereka telah mendiami tempat tersebut selama bertahun-tahun. http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/28/20031393/Warga.Kampung.Sawah.Sambut.Jokowi?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign=100%20Hari%20Jokowi-Basuki
Siti, salah satu warga yang ikut turun ke jalan, mengatakan bahwa dia yakin Jokowi bisa menjadi solusi masalah mereka. Dia dan warga sepakat menunggu kedatangan Gubernur DKI Jakarta itu ke Kampung Sawah. "Kami di sini beserta anak-anak dan warga akan menunggu Jokowi," ujarnya.
Warga yang sudah mendiami Kampung Sawah sejak tahun 1970 ini meminta agar pemerintah melakukan pembatalan penggusuran tanah dan memberikan legalitas kependudukan kepada mereka.
Hingga pukul 12.00 WIB, warga tetap bertahan menutup jalan. Teriknya matahari tidak menghalangi aksi mereka. Warga yang berdemo membuat tenda-tenda untuk melindungi mereka dari sengatan matahari sambil bernyanyi dengan kata-kata yang mengharapkan hadirnya Jokowi. Jalan menuju Cakung pun masih lumpuh.
Setelah tujuh jam menduduki Jalan Cakung Cilincing, Jakarta Utara, warga Kampung Sawah akhirnya membubarkan diri. Mereka dijanjikan akan ditemui Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono. "Tetapi hal itu masih belum pasti (kedatangan Jokowi) lantaran kesibukannya, tapi Pak wali kota pasti datang," kata Sugeng sutrisno, wakil warga Kampung Sawah yang ikut rapat di Wali Kota Jakarta Utara, Rabu (28/11/2012).
Menurut Sugeng, Wali Kota Jakut Bambang menjanjikan bahwa warga Kampung Sawah tidak akan digusur. Malah Bambang menjanjikan akan secepatnya membentuk RT dan RW. "Kalau bohong kita demo lagi," kata Sugeng. Untuk lebih memuaskan warga, menurut Sugeng, Jokowi dan Bambang akan menemui warga Kampung Sawah untuk langkah pembentukan RT dan RW itu.
Setelah melakukan demonstrasi sejak pukul 06.00 tadi, Rabu (28/11/2012), warga Kampung Sawah, Cilincing, Jakarta Utara, akhirnya lega karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersedia hadir di tengah-tengah mereka pada sore hari. Warga menyambut orang nomor satu di pemerintahan Jakarta itu dengan sukacita.
Dalam kunjungannya, Jokowi melakukan pertemuan dengan warga selama kurang dari satu jam. Jokowi yang sebelumnya dibuat pusing dengan pertemuan yang membahas kelanjutan proyek mass rapid transit (MRT) menyempatkan diri untuk shalat Maghrib di Masjid Nur Hidayah, Kampung Sawah. Warga yang menyaksikan itu ikut berkerumun ke masjid tersebut dan meminta bersalaman dengan Jokowi.
Dalam pertemuan dengan warga Kampung Sawah, Jokowi juga ditemani Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono. Dalam dialog tersebut, Jokowi menjanjikan beberapa hal terkait status kependudukan warga. "Nanti saya kasih KTP, saya buatkan RT dan RW, saya berikan KJS, tetapi warga saya harap sabar," kata Jokowi yang disambut gegap gempita oleh warga.
Akhirnya, pertemuan Jokowi dengan warga Kampung Sawah berakhir dengan kepuasan warga atas demonstrasi hari ini. "Alhamdulillah, akhirnya doa kita didengar Allah SWT," ucap seorang warga.
Sejak tadi pagi, warga Kampung Sawah berunjuk rasa dengan membakar ban dan memblokade jalan raya Cakung-Cilincing. Mereka gerah karena mendengar bahwa hari ini akan ada eksekusi penggusuran warga dari tanah yang mereka diami. Mereka bersikeras untuk mendapatkan hak atas tanah tersebut karena mereka telah mendiami tempat tersebut selama bertahun-tahun. http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/28/20031393/Warga.Kampung.Sawah.Sambut.Jokowi?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign=100%20Hari%20Jokowi-Basuki
Monday, November 26, 2012
Jokowi ke KPK Disambut Musik Betawi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Selasa (27/11/2012) ini, akan menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Kunjungannya ke KPK adalah untuk mencegah upaya korupsi di dalam tubuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, dan Kehumasan Provinsi DKI Jakarta, Eko Hariadi. "Iya benar, nanti sekitar pukul 11.00 WIB, Bapak (Jokowi) akan menyambangi Gedung KPK," kata Eko kepada Kompas.com, di Jakarta, Selasa.
Menurut Eko, kunjungan Jokowi ke KPK adalah untuk mengikuti seminar pencegahan korupsi di DKI Jakarta. Kunjungan itu terkait rencana seminar pencegahan korupsi melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan APBD di Provinsi DKI Jakarta.
Sebelumnya, Jokowi juga mengatakan akan menyambangi Gedung KPK. "Iya, besok ada rencana mau ke KPK," kata Jokowi, di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (26/11/2012). Namun, Jokowi belum mengetahui persis agenda apa yang akan ia laksanakan di sana bersama para petinggi KPK. "Katanya sih mau ada kerja sama. Enggak tahu kerja samanya apa," kata Jokowi.
Pada awalnya kegiatan ini dijadwalkan akan dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama. Namun, agenda itu urung dilaksanakan. Beberapa agenda yang akan dibahas dalam pertemuan itu mengenai program pencegahan korupsi di DKI Jakarta. Program tersebut sejalan dengan rencana KPK menjadikan DKI Jakarta sebagai provinsi model antikorupsi.
Hasil inisiasi antara KPK dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini akan dimatangkan dalam pertemuan kedua pihak yang akan segera digelar. KPK berencana menjadikan Provinsi DKI Jakarta sebagai provinsi model antikorupsi.
Dijumpai di Kompleks Balaikota Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membenarkan hal tersebut. Menurut dia, kerja sama antara Pemprov DKI dan KPK merupakan inisiatif Jokowi bersama KPK. "Kami ingin dijadikan model oleh KPK, tapi coba selanjutnya tanya ke Pak Gubernur," kata Basuki.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi, Selasa (27/11/2012) siang, mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta. Kedatangan Jokowi terkait dengan rencana KPK menjadikan DKI Jakarta sebagai model pencegahan korupsi di pemerintahan daerah.
Jokowi tiba sekitar pukul 11.00 WIB dengan dikawal sejumlah staf pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Terdengar alunan lagu Betawi mengiringi kedatangan Jokowi di Gedung KPK. Mantan Wali Kota Solo itu tampak mengenakan batik cokelat yang dipadu dengan celana bahan hitam. Saat diberondong pertanyaan wartawan, Jokowi tidak banyak berkomentar. "Nanti saja, belum tahu. Kami diundang KPK, mungkin kemitraan," ujarnya.
Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, kedatangan Jokowi terkait rencana KPK menerapkan model pencegahan tindak pidana korupsi di pemerintahan daerah. Untuk lebih detailnya akan disampaikan oleh KPK bersama Jokowi dalam jumpa pers sekitar pukul 12.30 WIB di Gedung KPK. "Menentukan zona integritas, Pemprov DKI dijadikan pilot project sebagai provinsi pencegahan antikorupsi," ujar Johan.
Senin (26/11/2012) kemarin, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama mengatakan bahwa kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan KPK ini merupakan inisiatif Jokowi dan KPK. Dalam pertemuan dengan KPK hari ini, Pemrov DKI akan membicarakan lebih jauh mengenai program pencegahan korupsi di instansi tersebut.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, kedatangannya ke KPK bukan untuk mengadukan tindak pidana korupsi di Pemprov DKI Jakarta. Jokowi mengaku hanya memenuhi undangan KPK. "Kami diundang oleh KPK untuk memperbaiki dan membenahi sistem di Pemprov DKI," kata Jokowi saat tiba di KPK dan disambut Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Oleh karena itu, menurutnya, Pemprov DKI akan membangun sebuah keterbukaan dalam hal akses informasi publik, anggaran, transparansi pengadaan barang, dan transparansi pengaduan. "Dalam upaya membangun dan memperbaiki sistem itu juga akan didampingi oleh KPK. Dengan itu, harapan kami, pembenahan akan lebih cepat lagi," kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga menampik kedatangannya ke Gedung KPK itu adalah untuk memproses laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). "Enggak ada hubungannya dengan PPATK. Pokoknya kita ingin perbaiki semuanya. Itu saja," kata Jokowi. Beberapa waktu lalu, PPATK pernah merilis data provinsi yang diduga melakukan tindak pidana korupsi. DKI Jakarta menduduki posisi teratas dengan 46,7 persen, sementara Provinsi Bangka Belitung terendah dengan 0,1 persen.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Adnan Pandu Praja, menyatakan keterkejutannya terhadap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Karena, kata Pandu, semua saran dari KPK untuk upaya pencegahan korupsi diterima oleh Jokowi. Hal itu dikatakan Pandu seusai kunjungan Jokowi ke Gedung KPK, Selasa (27/121/2012). Pandu mengatakan, kunjungan Jokowi ke KPK, khususnya untuk membicarakan proses pembuatan anggaran. Menurut dia, perlu adanya perbaikan di dalam mekanisme pembuatan APBD. "Anggaran adalah faktor utama untuk bisa mengawal anggaran Pemprov DKI," kata Pandu.
Selain itu, kata Pandu, KPK juga mendukung upaya Pemprov DKI untuk membangun sebuah sistem online di semua lini terkait pendapatan daerah. "Di seluruh restoran yang terdaftar akan terkonek dengan kantor pajak di DKI. Semua angka yang ada di bill yang kita makan akan terdeteksi. Ini termasuk salah satu pencegahan," ujarnya.
Selain itu, Pandu mengatakan, kunjungan Jokowi ke Gedung KPK adalah untuk yang kedua kalinya. Menurut dia, yang pertama adalah saat Jokowi masih menjabat sebagai Calon Gubernur DKI yang melaporkan harta kekayaannya. "Kami berharap visi misi yang beliau sampaikan saat berkampanye itu menjadi Perda," katanya. Pandu juga mengharapkan pilot project KPK dengan Pemprov DKI dapat menjadi contoh bagi provinsi lainnya. "Kami juga memberikan hasil survei terkait integritas. Dan Alhamdulillah semangat beliau untuk membaur bersama KPK. Semoga kedepannya hasilnya lebih baik," kata Pandu.
Sementara itu Gubernur DKI, Jokowi, mengatakan, bersama KPK dia akan membentuk sebuah kerjasama untuk upaya pencegahan korupsi di tubuh Pemerintah Provinsi DKI. Oleh sebab itu, dia akan membenahi sistem-sistem mulai dari yang terkecil dan seluruh pendapatan daerah akan menggunakan sistem online. "Masalah pendapatan semuanya akan kami online-kan nanti. Seperti hotel, pajak restoran, reklame, parkir menggunakan sistem online," kata Jokowi, di Gedung KPK.http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/27/11491130/Datangi.KPK.Jokowi.Disambut.Musik.Betawi?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign=100%20Hari%20Jokowi-Basuki
Menurut Eko, kunjungan Jokowi ke KPK adalah untuk mengikuti seminar pencegahan korupsi di DKI Jakarta. Kunjungan itu terkait rencana seminar pencegahan korupsi melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan APBD di Provinsi DKI Jakarta.
Sebelumnya, Jokowi juga mengatakan akan menyambangi Gedung KPK. "Iya, besok ada rencana mau ke KPK," kata Jokowi, di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (26/11/2012). Namun, Jokowi belum mengetahui persis agenda apa yang akan ia laksanakan di sana bersama para petinggi KPK. "Katanya sih mau ada kerja sama. Enggak tahu kerja samanya apa," kata Jokowi.
Pada awalnya kegiatan ini dijadwalkan akan dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama. Namun, agenda itu urung dilaksanakan. Beberapa agenda yang akan dibahas dalam pertemuan itu mengenai program pencegahan korupsi di DKI Jakarta. Program tersebut sejalan dengan rencana KPK menjadikan DKI Jakarta sebagai provinsi model antikorupsi.
Hasil inisiasi antara KPK dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini akan dimatangkan dalam pertemuan kedua pihak yang akan segera digelar. KPK berencana menjadikan Provinsi DKI Jakarta sebagai provinsi model antikorupsi.
Dijumpai di Kompleks Balaikota Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membenarkan hal tersebut. Menurut dia, kerja sama antara Pemprov DKI dan KPK merupakan inisiatif Jokowi bersama KPK. "Kami ingin dijadikan model oleh KPK, tapi coba selanjutnya tanya ke Pak Gubernur," kata Basuki.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi, Selasa (27/11/2012) siang, mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta. Kedatangan Jokowi terkait dengan rencana KPK menjadikan DKI Jakarta sebagai model pencegahan korupsi di pemerintahan daerah.
Jokowi tiba sekitar pukul 11.00 WIB dengan dikawal sejumlah staf pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Terdengar alunan lagu Betawi mengiringi kedatangan Jokowi di Gedung KPK. Mantan Wali Kota Solo itu tampak mengenakan batik cokelat yang dipadu dengan celana bahan hitam. Saat diberondong pertanyaan wartawan, Jokowi tidak banyak berkomentar. "Nanti saja, belum tahu. Kami diundang KPK, mungkin kemitraan," ujarnya.
Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, kedatangan Jokowi terkait rencana KPK menerapkan model pencegahan tindak pidana korupsi di pemerintahan daerah. Untuk lebih detailnya akan disampaikan oleh KPK bersama Jokowi dalam jumpa pers sekitar pukul 12.30 WIB di Gedung KPK. "Menentukan zona integritas, Pemprov DKI dijadikan pilot project sebagai provinsi pencegahan antikorupsi," ujar Johan.
Senin (26/11/2012) kemarin, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama mengatakan bahwa kerja sama Pemprov DKI Jakarta dengan KPK ini merupakan inisiatif Jokowi dan KPK. Dalam pertemuan dengan KPK hari ini, Pemrov DKI akan membicarakan lebih jauh mengenai program pencegahan korupsi di instansi tersebut.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, kedatangannya ke KPK bukan untuk mengadukan tindak pidana korupsi di Pemprov DKI Jakarta. Jokowi mengaku hanya memenuhi undangan KPK. "Kami diundang oleh KPK untuk memperbaiki dan membenahi sistem di Pemprov DKI," kata Jokowi saat tiba di KPK dan disambut Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Oleh karena itu, menurutnya, Pemprov DKI akan membangun sebuah keterbukaan dalam hal akses informasi publik, anggaran, transparansi pengadaan barang, dan transparansi pengaduan. "Dalam upaya membangun dan memperbaiki sistem itu juga akan didampingi oleh KPK. Dengan itu, harapan kami, pembenahan akan lebih cepat lagi," kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga menampik kedatangannya ke Gedung KPK itu adalah untuk memproses laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). "Enggak ada hubungannya dengan PPATK. Pokoknya kita ingin perbaiki semuanya. Itu saja," kata Jokowi. Beberapa waktu lalu, PPATK pernah merilis data provinsi yang diduga melakukan tindak pidana korupsi. DKI Jakarta menduduki posisi teratas dengan 46,7 persen, sementara Provinsi Bangka Belitung terendah dengan 0,1 persen.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Adnan Pandu Praja, menyatakan keterkejutannya terhadap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Karena, kata Pandu, semua saran dari KPK untuk upaya pencegahan korupsi diterima oleh Jokowi. Hal itu dikatakan Pandu seusai kunjungan Jokowi ke Gedung KPK, Selasa (27/121/2012). Pandu mengatakan, kunjungan Jokowi ke KPK, khususnya untuk membicarakan proses pembuatan anggaran. Menurut dia, perlu adanya perbaikan di dalam mekanisme pembuatan APBD. "Anggaran adalah faktor utama untuk bisa mengawal anggaran Pemprov DKI," kata Pandu.
Selain itu, kata Pandu, KPK juga mendukung upaya Pemprov DKI untuk membangun sebuah sistem online di semua lini terkait pendapatan daerah. "Di seluruh restoran yang terdaftar akan terkonek dengan kantor pajak di DKI. Semua angka yang ada di bill yang kita makan akan terdeteksi. Ini termasuk salah satu pencegahan," ujarnya.
Selain itu, Pandu mengatakan, kunjungan Jokowi ke Gedung KPK adalah untuk yang kedua kalinya. Menurut dia, yang pertama adalah saat Jokowi masih menjabat sebagai Calon Gubernur DKI yang melaporkan harta kekayaannya. "Kami berharap visi misi yang beliau sampaikan saat berkampanye itu menjadi Perda," katanya. Pandu juga mengharapkan pilot project KPK dengan Pemprov DKI dapat menjadi contoh bagi provinsi lainnya. "Kami juga memberikan hasil survei terkait integritas. Dan Alhamdulillah semangat beliau untuk membaur bersama KPK. Semoga kedepannya hasilnya lebih baik," kata Pandu.
Sementara itu Gubernur DKI, Jokowi, mengatakan, bersama KPK dia akan membentuk sebuah kerjasama untuk upaya pencegahan korupsi di tubuh Pemerintah Provinsi DKI. Oleh sebab itu, dia akan membenahi sistem-sistem mulai dari yang terkecil dan seluruh pendapatan daerah akan menggunakan sistem online. "Masalah pendapatan semuanya akan kami online-kan nanti. Seperti hotel, pajak restoran, reklame, parkir menggunakan sistem online," kata Jokowi, di Gedung KPK.http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/27/11491130/Datangi.KPK.Jokowi.Disambut.Musik.Betawi?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign=100%20Hari%20Jokowi-Basuki
Sunday, November 25, 2012
Basuki Dijadwalkan Bertemu KPK
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dijadwalkan datang ke Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (26/11/2012). Kedatangannya ke KPK untuk membahas program pencegahan korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Humas Pemprov DKI, diketahui Basuki akan membahas program tersebut sekitar pukul 11.00 WIB di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Namun, belum diperoleh informasi siapa yang akan menerima Basuki di KPK nanti.
Saat ini, Basuki tengah berkoordinasi dengan beberapa bawahannya sebelum menghadiri agenda pagi bersama Gubernur Joko Widodo karena pada pukul 08.00 WIB ini Basuki juga diagendakan menghadiri rapat pimpinan di Balai Agung, Balaikota Jakarta, membahas beberapa permasalahan dan salah satunya adalah mengenai moda transportasi massal.
Selain menghadiri rapim dan ke KPK, Basuki juga akan disibukkan bertemu dengan beberapa pihak, yakni bertemu perwakilan PT Vanguard pada pukul 13.30 dan perwakilan PT Metro Mini untuk membahas mekanisme hibah serta peremajaan angkutan kota pada pukul 14.30.
Sampai berita ini diturunkan, Basuki masih berada di ruangannya untuk mempersiapkan diri mengikuti rapim. Adapun agenda rapim baru saja dimulai, dipimpin langsung oleh Jokowi dan dihadiri oleh beberapa pengamat transportasi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana menjadikan Provinsi DKI Jakarta sebagai provinsi model antikorupsi. Hal ini sejalan dengan rencana pertemuan antara KPK dan Pemprov DKI Jakarta untuk membahas program pencegahan korupsi yang rencananya akan digelar di Gedung KPK, Senin (26/11/2012).
Dijumpai di Kompleks Balaikota Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membenarkan hal tersebut. Menurut dia, kerja sama antara Pemprov DKI dan KPK merupakan inisiatif Gubernur DKI Joko Widodo bersama KPK. "Kami ingin dijadikan model oleh KPK, tapi coba selanjutnya tanya ke Pak Gubernur," kata Basuki.
Diberitakan sebelumnya, Humas Pemprov DKI Jakarta melansir agenda pertemuan antara Basuki dan perwakilan KPK pada pukul 11.00 hari ini. Pertemuan itu nantinya akan membahas teknis realisasi dijadikannya Jakarta sebagai provinsi model antikorupsi. Akan tetapi, Basuki mengaku belum dapat memastikan agenda tersebut. Pasalnya, dia masih harus menyelesaikan beberapa agenda lain di ruang rapat pribadinya. "Saya malah belum tahu, coba nanti konfirmasi ke Pak Gubernur," ujarnya.
Basuki Batal Bertemu KPK
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama batal datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Alasannya pihak KPK tengah memiliki agenda lain dan pertemuan dengan Basuki dijadwal ulang menjadi pukul 11.00 WIB, Selasa (27/11/2012) besok. "Enggak jadi hari ini, diundur besok ke jam yang sama," kata Hespatoni, seorang staf Basuki saat ditemui di gedung Balaikota Jakarta, Senin (26/11/2012).
Toni menjelaskan bahwa pengunduran waktu pertemuan disampaikan oleh pihak KPK. Sehingga, pertemuan tersebut terpaksa ditunda dari jadwal semula yang rencananya digelar hari ini, pukul 11.00 WIB. "Bukan kita yang membatalkan, tapi KPK," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, sesuai agenda kegiatan Wakil Gubernur DKI yang dirilis oleh Humas Pemerintah Provinsi DKI, Basuki dijadwalkan bertemu dengan perwakilan KPK. Beberapa agenda yang akan dibahas dalam pertemuan itu mengenai program pencegahan korupsi di DKI Jakarta.
Program tersebut sejalan dengan rencana KPK menjadikan DKI Jakarta sebagai provinsi model antikorupsi. Hasil inisiasi antara KPK dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini akan dimatangkan dalam pertemuan kedua pihak yang akan segera digelar.
Basuki Batal, Jokowi yang Temui KPK
Rencananya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan ke KPK, Selasa besok. Namun, rupanya yang berangkat ke KPK adalah Gubernur DKI Joko Widodo. "Iya, besok ada rencana mau ke KPK," kata Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Senin (26/11/2012).
Namun, Jokowi belum mengetahui persis agenda yang akan ia laksanakan di sana bersama para petinggi KPK. "Katanya sih mau ada kerja sama. Enggak tahu kerja samanya apa," kata Jokowi.
Sebelumnya, Basuki menjelaskan bahwa pertemuan dengan KPK itu membicarakan program pencegahan korupsi di DKI Jakarta. Program tersebut sejalan dengan rencana KPK, menjadikan DKI Jakarta sebagai provinsi model antikorupsi.
Menurut dia, kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan KPK merupakan inisiatif Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama KPK. Seharusnya, pertemuan tersebut berlangsung pada Senin ini. Namun KPK mengundurkan pertemuan dengan Pemprov DKI Jakarta menjadi Selasa (27/11/2012).-http://megapolitan.kompas.com/
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Humas Pemprov DKI, diketahui Basuki akan membahas program tersebut sekitar pukul 11.00 WIB di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Namun, belum diperoleh informasi siapa yang akan menerima Basuki di KPK nanti.
Saat ini, Basuki tengah berkoordinasi dengan beberapa bawahannya sebelum menghadiri agenda pagi bersama Gubernur Joko Widodo karena pada pukul 08.00 WIB ini Basuki juga diagendakan menghadiri rapat pimpinan di Balai Agung, Balaikota Jakarta, membahas beberapa permasalahan dan salah satunya adalah mengenai moda transportasi massal.
Selain menghadiri rapim dan ke KPK, Basuki juga akan disibukkan bertemu dengan beberapa pihak, yakni bertemu perwakilan PT Vanguard pada pukul 13.30 dan perwakilan PT Metro Mini untuk membahas mekanisme hibah serta peremajaan angkutan kota pada pukul 14.30.
Sampai berita ini diturunkan, Basuki masih berada di ruangannya untuk mempersiapkan diri mengikuti rapim. Adapun agenda rapim baru saja dimulai, dipimpin langsung oleh Jokowi dan dihadiri oleh beberapa pengamat transportasi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana menjadikan Provinsi DKI Jakarta sebagai provinsi model antikorupsi. Hal ini sejalan dengan rencana pertemuan antara KPK dan Pemprov DKI Jakarta untuk membahas program pencegahan korupsi yang rencananya akan digelar di Gedung KPK, Senin (26/11/2012).
Dijumpai di Kompleks Balaikota Jakarta, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membenarkan hal tersebut. Menurut dia, kerja sama antara Pemprov DKI dan KPK merupakan inisiatif Gubernur DKI Joko Widodo bersama KPK. "Kami ingin dijadikan model oleh KPK, tapi coba selanjutnya tanya ke Pak Gubernur," kata Basuki.
Diberitakan sebelumnya, Humas Pemprov DKI Jakarta melansir agenda pertemuan antara Basuki dan perwakilan KPK pada pukul 11.00 hari ini. Pertemuan itu nantinya akan membahas teknis realisasi dijadikannya Jakarta sebagai provinsi model antikorupsi. Akan tetapi, Basuki mengaku belum dapat memastikan agenda tersebut. Pasalnya, dia masih harus menyelesaikan beberapa agenda lain di ruang rapat pribadinya. "Saya malah belum tahu, coba nanti konfirmasi ke Pak Gubernur," ujarnya.
Basuki Batal Bertemu KPK
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama batal datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Alasannya pihak KPK tengah memiliki agenda lain dan pertemuan dengan Basuki dijadwal ulang menjadi pukul 11.00 WIB, Selasa (27/11/2012) besok. "Enggak jadi hari ini, diundur besok ke jam yang sama," kata Hespatoni, seorang staf Basuki saat ditemui di gedung Balaikota Jakarta, Senin (26/11/2012).
Toni menjelaskan bahwa pengunduran waktu pertemuan disampaikan oleh pihak KPK. Sehingga, pertemuan tersebut terpaksa ditunda dari jadwal semula yang rencananya digelar hari ini, pukul 11.00 WIB. "Bukan kita yang membatalkan, tapi KPK," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, sesuai agenda kegiatan Wakil Gubernur DKI yang dirilis oleh Humas Pemerintah Provinsi DKI, Basuki dijadwalkan bertemu dengan perwakilan KPK. Beberapa agenda yang akan dibahas dalam pertemuan itu mengenai program pencegahan korupsi di DKI Jakarta.
Program tersebut sejalan dengan rencana KPK menjadikan DKI Jakarta sebagai provinsi model antikorupsi. Hasil inisiasi antara KPK dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini akan dimatangkan dalam pertemuan kedua pihak yang akan segera digelar.
Basuki Batal, Jokowi yang Temui KPK
Rencananya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan ke KPK, Selasa besok. Namun, rupanya yang berangkat ke KPK adalah Gubernur DKI Joko Widodo. "Iya, besok ada rencana mau ke KPK," kata Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Senin (26/11/2012).
Namun, Jokowi belum mengetahui persis agenda yang akan ia laksanakan di sana bersama para petinggi KPK. "Katanya sih mau ada kerja sama. Enggak tahu kerja samanya apa," kata Jokowi.
Sebelumnya, Basuki menjelaskan bahwa pertemuan dengan KPK itu membicarakan program pencegahan korupsi di DKI Jakarta. Program tersebut sejalan dengan rencana KPK, menjadikan DKI Jakarta sebagai provinsi model antikorupsi.
Menurut dia, kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan KPK merupakan inisiatif Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama KPK. Seharusnya, pertemuan tersebut berlangsung pada Senin ini. Namun KPK mengundurkan pertemuan dengan Pemprov DKI Jakarta menjadi Selasa (27/11/2012).-http://megapolitan.kompas.com/
Saturday, November 24, 2012
Jokowi Tinjau Banjir Kampung Makassar
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau lokasi banjir di Kampung Makassar, Jakarta Timur. Jokowi tiba di Kampung Makassar pada pukul 12.45 WIB. Sejumlah warga berharap Jokowi mengunjungi kampungnya yang juga tergenang banjir.
Awan mendung sudah menggantung sejak Jokowi berangkat dari rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati 7, Jakarta Pusat. Jokowi meluncur menggunakan mobil dinasnya Toyota Land Cruiser berplat nomor B 1543 SMZ dan dikawal oleh voorijder dari Dinas Perhubungan DKI.
Kepala Puskesmas Kecamatan Kampung Makassar Gagah Garu Setiawan yang turut mendampingi Jokowi mengatakan, sudah sebanyak 50 KK yang menjadi pengungsi di RW 5, Kecamatan Kampung Makassar. "Sementara itu, yang di RW 7 sudah sebanyak 30 KK yang mengungsi," kata Gagah, di lokasi banjir, Sabtu (24/11/2012).
Menurut Gagah, Kampung Makassar menjadi langganan banjir yang rutin datang tiap lima tahun. Banjir terjadi karena luapan Kali Cipinang. "Terakhir tahun 2007 banjirnya," katanya.
Setelah sepuluh menit meninjau RW 5, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Jokowi kemudian bertanya kepada Gagah apakah RW 7 dekat dari lokasi, ia mengatakan dekat tapi jaraknya 1 kilometer. Namun, karena hujan semakin deras, Jokowi pun berlari menuju mobilnya.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau lokasi banjir di RW 5 dan RW 7 Kelurahan Makasar, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Setelah selama sepuluh menit, ia meninjau lokasi banjir di RW 5, Jokowi langsung menuju ke RW 7.
Jokowi menyusuri gang sempit untuk melihat genangan banjir. Berdasarkan pantauan di RW 7 memang sebagian sudah terendam sampai sepinggang orang dewasa. Melihat banjir itu, Jokowi mengatakan harus ada action lapangan lebih lanjut untuk menanggulangi banjir yang sudah telanjur datang.
"Yang harus dilakukan saat ini adalah action di lapangan. Kalau sudah kayak begini ya yang mau dikeruk apa, karena hujan juga sudah mendahului," kata Jokowi, di Kampung Makasar, Jakarta, Sabtu, (24/11/2012).
Oleh karena itu, menurutnya, pengerukan sungai hanya bisa dilakukan saat banjir sudah mulai surut. "Ya nanti ngeruknya menunggu kering, ya baru dikeruk lagi," kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi mengatakan tujuannya meninjau lokasi banjir adalah untuk langsung mengecek situasi lapangan dan akan menindaklanjuti langkah antisipasi pencegahan banjir berikutnya. "Kalau dilihat lapangan, sungai-sungai utama itu dikejar untuk segera dipercepat. Kalau enggak, setiap tahun kita akan begini terus," kata Jokowi.
Camat Makasar Mamun Gozali mengatakan, banjir yang terjadi di Kampung Makasar merupakan siklus banjir yang rutin terjadi tiap lima tahun. Ia berharap kedatangan Jokowi dapat membawa perubahan yang lebih baik terutama bagi pembenahan lingkungan agar dapat mengurangi intensitas banjir.
"Mudah-mudahan, kedatangan beliau ada perubahan bagi masyarakat. Kalau di sini, saluran airnya telah hilang, jadi harus ada pembersihan gorong-gorong. Banjir tahun ini lebih parah dari lima tahun lalu," kata Mamun.
Kedatangan Jokowi ke Kampung Makasar itu menyedot perhatian sejumlah warga. Seperti biasa, warga berebutan dan berdorongan untuk sekedar bersalaman atau mengambil foto dengan Mantan Wali Kota Solo tersebut. Kedatangannya di RW 7 itu sekitar 30 menit.
*) http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/24/15080328/Lihat.Banjir.Kampung.Makasar.Ini.Respons.Jokowi?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign=100%20Hari%20Jokowi-Basuki
Awan mendung sudah menggantung sejak Jokowi berangkat dari rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati 7, Jakarta Pusat. Jokowi meluncur menggunakan mobil dinasnya Toyota Land Cruiser berplat nomor B 1543 SMZ dan dikawal oleh voorijder dari Dinas Perhubungan DKI.
Kepala Puskesmas Kecamatan Kampung Makassar Gagah Garu Setiawan yang turut mendampingi Jokowi mengatakan, sudah sebanyak 50 KK yang menjadi pengungsi di RW 5, Kecamatan Kampung Makassar. "Sementara itu, yang di RW 7 sudah sebanyak 30 KK yang mengungsi," kata Gagah, di lokasi banjir, Sabtu (24/11/2012).
Menurut Gagah, Kampung Makassar menjadi langganan banjir yang rutin datang tiap lima tahun. Banjir terjadi karena luapan Kali Cipinang. "Terakhir tahun 2007 banjirnya," katanya.
Setelah sepuluh menit meninjau RW 5, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Jokowi kemudian bertanya kepada Gagah apakah RW 7 dekat dari lokasi, ia mengatakan dekat tapi jaraknya 1 kilometer. Namun, karena hujan semakin deras, Jokowi pun berlari menuju mobilnya.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau lokasi banjir di RW 5 dan RW 7 Kelurahan Makasar, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Setelah selama sepuluh menit, ia meninjau lokasi banjir di RW 5, Jokowi langsung menuju ke RW 7.
Jokowi menyusuri gang sempit untuk melihat genangan banjir. Berdasarkan pantauan di RW 7 memang sebagian sudah terendam sampai sepinggang orang dewasa. Melihat banjir itu, Jokowi mengatakan harus ada action lapangan lebih lanjut untuk menanggulangi banjir yang sudah telanjur datang.
"Yang harus dilakukan saat ini adalah action di lapangan. Kalau sudah kayak begini ya yang mau dikeruk apa, karena hujan juga sudah mendahului," kata Jokowi, di Kampung Makasar, Jakarta, Sabtu, (24/11/2012).
Oleh karena itu, menurutnya, pengerukan sungai hanya bisa dilakukan saat banjir sudah mulai surut. "Ya nanti ngeruknya menunggu kering, ya baru dikeruk lagi," kata Jokowi.
Selain itu, Jokowi mengatakan tujuannya meninjau lokasi banjir adalah untuk langsung mengecek situasi lapangan dan akan menindaklanjuti langkah antisipasi pencegahan banjir berikutnya. "Kalau dilihat lapangan, sungai-sungai utama itu dikejar untuk segera dipercepat. Kalau enggak, setiap tahun kita akan begini terus," kata Jokowi.
Camat Makasar Mamun Gozali mengatakan, banjir yang terjadi di Kampung Makasar merupakan siklus banjir yang rutin terjadi tiap lima tahun. Ia berharap kedatangan Jokowi dapat membawa perubahan yang lebih baik terutama bagi pembenahan lingkungan agar dapat mengurangi intensitas banjir.
"Mudah-mudahan, kedatangan beliau ada perubahan bagi masyarakat. Kalau di sini, saluran airnya telah hilang, jadi harus ada pembersihan gorong-gorong. Banjir tahun ini lebih parah dari lima tahun lalu," kata Mamun.
Kedatangan Jokowi ke Kampung Makasar itu menyedot perhatian sejumlah warga. Seperti biasa, warga berebutan dan berdorongan untuk sekedar bersalaman atau mengambil foto dengan Mantan Wali Kota Solo tersebut. Kedatangannya di RW 7 itu sekitar 30 menit.
*) http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/24/15080328/Lihat.Banjir.Kampung.Makasar.Ini.Respons.Jokowi?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign=100%20Hari%20Jokowi-Basuki
Wednesday, November 21, 2012
Bamus Betawi: Jokowi - Joko Betawi
Kedatangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo disambut meriah warga yang tinggal di kawasan wisata Setu Babakan, Jakarta Selatan. Tokoh-tokoh Betawi yang berasal dari Badan Musyawarah (Bamus) Betawi pun menyambut Jokowi sebagai warga Betawi dan mengartikan nama Jokowi sebagai Joko Betawi.
"Gubernur DKI kita ini adalah gubernurnya Betawi. Nama gubernur kita saja sudah mencerminkan kebetawian. Jokowi, kepanjangan Joko Betawi," kata Ketua Lembaga PBB Setu Babakan, Abdul Syukur, di Setu Babakan, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Bamus Betawi juga merencanakan akan memberikan kehormatan kepada Jokowi untuk menjadi warga Betawi. Sebab, pemikiran Jokowi dianggap sejalan dengan pikiran masyarakat Betawi.
"Kalau kita lihat, pola pikirnya Pak Jokowi ini nyambung dengan masyarakat Betawi. Karena itu, mungkin suatu saat Jokowi akan kita nobatkan sebagai orang Betawi. Nanti, mungkin sebelum akhir tahun, akan kita nobatkan dengan adat dan budaya Betawi," kata Badan Penasihat Bamus Betawi DKI, Effendi Yusuf.
Effendi berharap Jokowi dapat memelihara budaya Betawi dan keberagaman budaya hidup di Jakarta. Ia juga menyampaikan terima kasih atas komitmen Gubernur DKI untuk memelihara pelestarian budaya Betawi dengan mempercepat pembangunan kampung wisata Setu Babakan.
"Sekarang masyarakat Betawi sudah memanggil Pak Gubernur dengan sebutan Bang Wi dan menganggap Jokowi adalah Joko Betawi," katanya.
Dalam upaya membetawikan Jakarta, Jokowi juga akan membuat karakteristik khusus Betawi pada setiap bangunan di Jakarta. Mulai tahun depan, Pemprov DKI akan membangun pasar bernuansa Betawi dan seluruh bangunan di Jakarta harus memasang ornamen Betawi.
Dalam hal ini, Jokowi telah menginstruksikan kepada camat dan lurah agar setiap bangunan kantor kecamatan dan kelurahan, khususnya bagian depan bangunan, diberikan aksen, nuansa, dan ornamen Betawi.
"Saya ingin segera memutuskan hal-hal yang menyangkut Betawi. Saya ingin memunculkan karakter itu. Saya sudah pernah membahas dengan Kadis Tata Ruang, Kadis P2B, dan Kadis Perumahan agar IMB baru dapat memaksa bangunan yang ada dengan karakter Betawi dimunculkan," kata Jokowi.
Ide Jokowi Betawikan Jakarta
Selain akan membuat seragam khas Betawi untuk pegawai negeri sipil, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga akan membuat karakteristik khusus Betawi pada setiap bangunan di Jakarta. Mulai tahun depan, Pemprov DKI akan membangun pasar dengan dekorasi ala Betawi dan seluruh bangunan di Jakarta harus memasang ornamen Betawi.
Dalam hal ini, Jokowi telah menginstruksikan kepada camat dan lurah agar setiap bangunan kantor kecamatan dan kelurahan, khususnya bagian depan bangunan, diberikan aksen, nuansa, dan ornamen Betawi. "Saya ingin segera memutuskan hal-hal yang menyangkut Betawi. Saya ingin memunculkan karakter itu. Saya sudah pernah membahas dengan Kadis Tata Ruang, Kadis P2B, dan Kadis Perumahan agar IMB baru dapat memaksa bangunan yang ada dengan karakter Betawi dimunculkan," kata Jokowi di Setu Babakan, Rabu (21/11/2012).
Selain itu, tahun depan, Pemprov DKI akan memulai pembangunan Masjid Raya Betawi di Kapuk, Jakarta Barat. Jokowi mengatakan akan berkonsultasi dengan tokoh-tokoh Betawi di Jakarta untuk membangun masjid raya yang bangunan luar dan dalamnya memiliki karakter dan identitas Betawi. Tidak hanya itu, mantan Wali Kota Solo tersebut juga telah memerintahkan PD Pasar Jaya untuk membangun bagian depan pasar-pasar, baik yang baru maupun lama, dengan aksen, nuansa, dan ornamen Betawi.
"Saya telah perintahkan langsung. Tahun depan, sudah mulai kelihatan perubahannya. Mulai dari sisi budaya, saya sudah perintahkan Kepala Dinas Pariwisata untuk membuat sebuah kegiatan rutin di setiap wilayah. Seluruh wali kota dan Bupati Pulau Seribu harus menampilkan secara rutin budaya Betawi di wilayahnya masing-masing. Anggaran sudah disiapkan. Kita mau angkat Betawi menjadi tuan rumah bagi kebudayaan nusantara di Jakarta," kata Jokowi.
Selain itu, di jajaran Pemprov DKI, Jokowi segera membuat peraturan mengenai kewajiban PNS untuk menggunakan seragam khas Betawi, baik itu baju koko maupun batik. Rencananya, seragam khas Betawi itu akan digunakan setiap Rabu.
"Saya ingin PNS DKI sebanyak 68.000 personel memiliki seragam khas Betawi. Saat ini, masih dibahas terus untuk menentukan modelnya. Insya Allah akan dikenakan setiap hari Rabu menggantikan seragam cokelat," kata Jokowi.
Pemprov DKI akan membuat rancangan baju tersebut, mulai dari warna dan modelnya, apakah itu akan menggunakan baju koko Betawi atau batik Betawi. Jokowi menginginkan desain pakaian itu memudahkan penggunanya untuk melakukan aktivitas dan bergerak di mana pun ia berada. http://megapolitan.kompas.com/
"Gubernur DKI kita ini adalah gubernurnya Betawi. Nama gubernur kita saja sudah mencerminkan kebetawian. Jokowi, kepanjangan Joko Betawi," kata Ketua Lembaga PBB Setu Babakan, Abdul Syukur, di Setu Babakan, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Bamus Betawi juga merencanakan akan memberikan kehormatan kepada Jokowi untuk menjadi warga Betawi. Sebab, pemikiran Jokowi dianggap sejalan dengan pikiran masyarakat Betawi.
"Kalau kita lihat, pola pikirnya Pak Jokowi ini nyambung dengan masyarakat Betawi. Karena itu, mungkin suatu saat Jokowi akan kita nobatkan sebagai orang Betawi. Nanti, mungkin sebelum akhir tahun, akan kita nobatkan dengan adat dan budaya Betawi," kata Badan Penasihat Bamus Betawi DKI, Effendi Yusuf.
Effendi berharap Jokowi dapat memelihara budaya Betawi dan keberagaman budaya hidup di Jakarta. Ia juga menyampaikan terima kasih atas komitmen Gubernur DKI untuk memelihara pelestarian budaya Betawi dengan mempercepat pembangunan kampung wisata Setu Babakan.
"Sekarang masyarakat Betawi sudah memanggil Pak Gubernur dengan sebutan Bang Wi dan menganggap Jokowi adalah Joko Betawi," katanya.
Dalam upaya membetawikan Jakarta, Jokowi juga akan membuat karakteristik khusus Betawi pada setiap bangunan di Jakarta. Mulai tahun depan, Pemprov DKI akan membangun pasar bernuansa Betawi dan seluruh bangunan di Jakarta harus memasang ornamen Betawi.
Dalam hal ini, Jokowi telah menginstruksikan kepada camat dan lurah agar setiap bangunan kantor kecamatan dan kelurahan, khususnya bagian depan bangunan, diberikan aksen, nuansa, dan ornamen Betawi.
"Saya ingin segera memutuskan hal-hal yang menyangkut Betawi. Saya ingin memunculkan karakter itu. Saya sudah pernah membahas dengan Kadis Tata Ruang, Kadis P2B, dan Kadis Perumahan agar IMB baru dapat memaksa bangunan yang ada dengan karakter Betawi dimunculkan," kata Jokowi.
Ide Jokowi Betawikan Jakarta
Selain akan membuat seragam khas Betawi untuk pegawai negeri sipil, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga akan membuat karakteristik khusus Betawi pada setiap bangunan di Jakarta. Mulai tahun depan, Pemprov DKI akan membangun pasar dengan dekorasi ala Betawi dan seluruh bangunan di Jakarta harus memasang ornamen Betawi.
Dalam hal ini, Jokowi telah menginstruksikan kepada camat dan lurah agar setiap bangunan kantor kecamatan dan kelurahan, khususnya bagian depan bangunan, diberikan aksen, nuansa, dan ornamen Betawi. "Saya ingin segera memutuskan hal-hal yang menyangkut Betawi. Saya ingin memunculkan karakter itu. Saya sudah pernah membahas dengan Kadis Tata Ruang, Kadis P2B, dan Kadis Perumahan agar IMB baru dapat memaksa bangunan yang ada dengan karakter Betawi dimunculkan," kata Jokowi di Setu Babakan, Rabu (21/11/2012).
Selain itu, tahun depan, Pemprov DKI akan memulai pembangunan Masjid Raya Betawi di Kapuk, Jakarta Barat. Jokowi mengatakan akan berkonsultasi dengan tokoh-tokoh Betawi di Jakarta untuk membangun masjid raya yang bangunan luar dan dalamnya memiliki karakter dan identitas Betawi. Tidak hanya itu, mantan Wali Kota Solo tersebut juga telah memerintahkan PD Pasar Jaya untuk membangun bagian depan pasar-pasar, baik yang baru maupun lama, dengan aksen, nuansa, dan ornamen Betawi.
"Saya telah perintahkan langsung. Tahun depan, sudah mulai kelihatan perubahannya. Mulai dari sisi budaya, saya sudah perintahkan Kepala Dinas Pariwisata untuk membuat sebuah kegiatan rutin di setiap wilayah. Seluruh wali kota dan Bupati Pulau Seribu harus menampilkan secara rutin budaya Betawi di wilayahnya masing-masing. Anggaran sudah disiapkan. Kita mau angkat Betawi menjadi tuan rumah bagi kebudayaan nusantara di Jakarta," kata Jokowi.
Selain itu, di jajaran Pemprov DKI, Jokowi segera membuat peraturan mengenai kewajiban PNS untuk menggunakan seragam khas Betawi, baik itu baju koko maupun batik. Rencananya, seragam khas Betawi itu akan digunakan setiap Rabu.
"Saya ingin PNS DKI sebanyak 68.000 personel memiliki seragam khas Betawi. Saat ini, masih dibahas terus untuk menentukan modelnya. Insya Allah akan dikenakan setiap hari Rabu menggantikan seragam cokelat," kata Jokowi.
Pemprov DKI akan membuat rancangan baju tersebut, mulai dari warna dan modelnya, apakah itu akan menggunakan baju koko Betawi atau batik Betawi. Jokowi menginginkan desain pakaian itu memudahkan penggunanya untuk melakukan aktivitas dan bergerak di mana pun ia berada. http://megapolitan.kompas.com/
Tuesday, November 13, 2012
Jokowi Temui Menpera Djan Faridz
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo akan bertemu dengan Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz bersama dengan Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto. Pertemuan Jokowi dengan dua menteri tersebut digelar hari ini, Rabu (14/11/2012). "Kemarin kami membicarakan masalah perumahan untuk normalisasi Ciliwung seperti apa, memang belum 100 persen final. Akan difinalkan lagi besok (hari ini)," kata Jokowi, di Jakarta, Selasa, (13/11/2012).
Dikatakan oleh Jokowi, Pemerintah Provinsi DKI bersama dengan Kementerian Perumahan Rakyat dan Kementerian Pekerjaan Umun akan segera mengeksekusi terkait normalisasi Ciliwung tersebut. "Saya bersama Pak Menteri PU, Pak Menpera bersama-sama mengeksekusi nanti menginjak 2013 segera akan dimulai," katanya. Pertemuan itu berlangsung pada pukul 10.00 WIB, di Ruang Rapat 1 Lantai 2 Kemenpera Jalan Raden Patah I No.1 Jakarta Selatan.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, sebelumya pada pukul 07.30 WIB, Jokowi mendengarkan paparan Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono terkait pengaturan lalu lintas pengganti three in one. Pada pukul 13.00 WIB, Jokowi akan memberikan arahan sekaligus melepas kontingen Pramuka DKI Jakarta yang akan mengikuti perkemahan putri tingkat nasional Tahun 2012 ke Provinsi Jambi.
Pada pukul 14.00 WIB Jokowi akan mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Swedia, Fredrik Reinfeldt. Pada pukul 15.00 WIB akan menerima kunjungan Menteri Perdagangan Swedia, HE Ewa Bjorling bersama delegasi bisnis dan akan memberikan sambutan pada jamuan makan malam di Balairung DKI bersama peserta The 10th Economix.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menemui Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz untuk menindaklanjuti pembahasan normalisasi Ciliwung. "Tadi membicarakan normalisasi Ciliwung, itu saja," kata Jokowi saat ditemui seusai pertemuan tertutupnya bersama Djan Faridz dan Djoko Kirmanto, di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Rabu (14/11/2012).
Dalam normalisasi Ciliwung itu, Jokowi menjelaskan akan disediakan rusun yang dibangun di dekat daerah tersebut. "Tentu saja kan kita harus menyiapkan rusun yang ada di dekat-dekat situ, begitu aja. Intinya, kami semua sudah bersepakat semuanya. Nanti tanya lebih jelasnya ke Kementerian PU dan Kemenpera," ujarnya.
Terkait anggaran yang akan digelontorkan untuk normalisasi Ciliwung itu, Jokowi menjelaskan akan menggunakan anggaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. "Nanti anggarannya gabungan dari APBN sama APBD. Kalau nilainya, enggak hafal," ujar Jokowi.
Sebelumnya, pada Kamis (1/11/2012) lalu, Jokowi juga telah membahas normalisasi Ciliwung dengan Djoko Kirmanto. Dalam pertemuan tersebut, diputuskan tujuh keputusan yang disepakati Jokowi dan Djoko Kirmanto. Salah satu yang menjadi prioritas adalah penataan Ciliwung. "Lokasinya sudah ada, yang penting perlu bicara kepada masyarakat. Mereka mau yang di kiri atau kanan. Saya perlu bicara dengan masyarakat dahulu," kata Jokowi.
Djoko Kirmanto pun senada dengan Jokowi. Ia mengatakan akan mengutamakan normalisasi Kali Ciliwung. Penataan Kali Ciliwung itu pun sudah bersepakat akan dikerjakan oleh Kementerian PU, Pemprov DKI, dan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera).
Dikatakan oleh Jokowi, Pemerintah Provinsi DKI bersama dengan Kementerian Perumahan Rakyat dan Kementerian Pekerjaan Umun akan segera mengeksekusi terkait normalisasi Ciliwung tersebut. "Saya bersama Pak Menteri PU, Pak Menpera bersama-sama mengeksekusi nanti menginjak 2013 segera akan dimulai," katanya. Pertemuan itu berlangsung pada pukul 10.00 WIB, di Ruang Rapat 1 Lantai 2 Kemenpera Jalan Raden Patah I No.1 Jakarta Selatan.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, sebelumya pada pukul 07.30 WIB, Jokowi mendengarkan paparan Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono terkait pengaturan lalu lintas pengganti three in one. Pada pukul 13.00 WIB, Jokowi akan memberikan arahan sekaligus melepas kontingen Pramuka DKI Jakarta yang akan mengikuti perkemahan putri tingkat nasional Tahun 2012 ke Provinsi Jambi.
Pada pukul 14.00 WIB Jokowi akan mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Swedia, Fredrik Reinfeldt. Pada pukul 15.00 WIB akan menerima kunjungan Menteri Perdagangan Swedia, HE Ewa Bjorling bersama delegasi bisnis dan akan memberikan sambutan pada jamuan makan malam di Balairung DKI bersama peserta The 10th Economix.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menemui Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz untuk menindaklanjuti pembahasan normalisasi Ciliwung. "Tadi membicarakan normalisasi Ciliwung, itu saja," kata Jokowi saat ditemui seusai pertemuan tertutupnya bersama Djan Faridz dan Djoko Kirmanto, di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Rabu (14/11/2012).
Dalam normalisasi Ciliwung itu, Jokowi menjelaskan akan disediakan rusun yang dibangun di dekat daerah tersebut. "Tentu saja kan kita harus menyiapkan rusun yang ada di dekat-dekat situ, begitu aja. Intinya, kami semua sudah bersepakat semuanya. Nanti tanya lebih jelasnya ke Kementerian PU dan Kemenpera," ujarnya.
Terkait anggaran yang akan digelontorkan untuk normalisasi Ciliwung itu, Jokowi menjelaskan akan menggunakan anggaran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. "Nanti anggarannya gabungan dari APBN sama APBD. Kalau nilainya, enggak hafal," ujar Jokowi.
Sebelumnya, pada Kamis (1/11/2012) lalu, Jokowi juga telah membahas normalisasi Ciliwung dengan Djoko Kirmanto. Dalam pertemuan tersebut, diputuskan tujuh keputusan yang disepakati Jokowi dan Djoko Kirmanto. Salah satu yang menjadi prioritas adalah penataan Ciliwung. "Lokasinya sudah ada, yang penting perlu bicara kepada masyarakat. Mereka mau yang di kiri atau kanan. Saya perlu bicara dengan masyarakat dahulu," kata Jokowi.
Djoko Kirmanto pun senada dengan Jokowi. Ia mengatakan akan mengutamakan normalisasi Kali Ciliwung. Penataan Kali Ciliwung itu pun sudah bersepakat akan dikerjakan oleh Kementerian PU, Pemprov DKI, dan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera).
Thursday, November 8, 2012
Heboh Lihat Jokowi Panjat Tangga
Pemandangan unik terjadi ketika Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau SD Negeri 03 Pagi Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (8/11/2012) siang. Pria yang akrab disapa Jokowi itu memanjat tangga kayu di lokasi ambruknya atap sekolah tersebut. Aksi Jokowi itu menimbulkan kehebohan di antara warga, terutama ibu-ibu, yang mengikuti kunjungan orang nomor satu di pemerintahan DKI Jakarta itu. Mantan Wali Kota Solo tersebut datang ke SD Negeri 03 Pagi Rawamangun untuk meninjau atap yang ambruk di salah satu bangunan sekolah pada Selasa (6/11/2012) malam. Atap itu diduga ambruk karena kesalahan konstruksi.
Jokowi bersama sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tiba di lokasi sekitar pukul 14.45. Dengan mengenakan kemeja batik berwarna coklat dipadu celana hitam, Jokowi langsung disambut warga, yang sebagian besar ibu-ibu dan anak-anak. Setelah berusaha menerobos kerumunan warga yang antusias atas kedatangannya itu, Jokowi langsung berjalan ke bangunan sekolah tersebut.
Dengan terus disorot ratusan pasang mata warga dan belasan awak media, Jokowi memasuki satu per satu ruangan kelas. Setelah berada di ruang kelas paling kiri, Jokowi tampak melihat sisi kanan dan kirinya. Begitu melihat sebuah tangga kayu bersandar di tembok pojok ruangan, spontan, Jokowi langsung naik ke tangga kayu tersebut.
Aksi Jokowi itu mengejutkan warga dan awak media yang selalu memantau gerak-gerik Jokowi. "Aduh, hati-hati Pak Jokowi, awas jatuh," ujar salah seorang ibu yang menonton dari luar bangunan. "Ih, Jokowi naik tangga," kata seorang anak sambil menyelinap di tengah-tengah kerumunan. Walau sempat riuh, Jokowi tampak cuek dan tetap mengamati setiap jengkal konstruksi bekas atap yang ambruk. Setelah sekitar tiga menit berada di atas tangga setinggi dua meteran tersebut, Jokowi turun dan melanjutkan peninjauannya ke bagian lain di sekolah itu.
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi mengaku prihatin atas ambruknya atap sekolah yang sedang direnovasi tersebut. Jokowi kemudian memerintahkan Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur untuk memantau proyek renovasi senilai Rp 1,2 miliar yang ditargetkan selesai pada Desember 2012 itu. Secara khusus, Jokowi menegaskan untuk memeriksa dugaan kontraktor yang sengaja mengurangi kualitas bahan baku renovasi. Hal itu didasarkan pada dugaan penggunaan rangka atap yang tak sesuai kualifikasi.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan memberikan sanksi tegas kepada oknum yang bertanggung jawab atas ambruknya atap SD Negeri 03 Pagi Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (6/11/2012) malam. Sanksi paling berat adalah pencopotan jabatan. Pria yang kerap disapa Jokowi itu mengatakan, ia akan mengambil tindakan setelah proyek renovasi itu rampung. Ia sendiri akan mengecek kualitas bangunan di sekolah tersebut dan akan memberikan penilaian terhadap hasil renovasi sekolah itu. Ia meminta perbaikan sekolah itu sesuai target semula, yakni rampung pada Desember 2012.
"Diselesaikan dulu, rampungkan, nanti akan saya cek. Mungkin setiap dua minggu tak cek harus kualitasnya baik. Kalau saya beri sanksi sekarang, malah enggak rampung karena itu enggak menyelesaikan masalah," kata Jokowi di Balaikota DKI, Jakarta, Kamis, (8/11/2012).
Jokowi mengatakan, jika ia dan seluruh pihak yang bertanggung jawab serius mengerjakan hal tersebut, target penyelesaian proyek tidak akan molor. Ia akan mengambil sikap setelah mempelajari dan mengkaji pengerjaan proyek tersebut. "Ada beberapa yang bilang, ini yang bertanggung jawab, itu yang salah. Kalau sudah masuk tertulis, saya mau ambil sikap karena peristiwa seperti itu membahayakan murid yang jelas," kata Jokowi.
Jokowi masih akan menunggu kontraktor proyek untuk melanjutkan pengerjaan bangunan sekolah yang roboh itu. Ia juga akan terus mengecek dan melakukan pengawasan terhadap perbaikan tersebut itu, termasuk mencari tahu pihak yang bertanggung jawab dalam internal Pemprov DKI Jakarta. Apabila oknum-oknum yang diduga terbukti bersalah, sanksi terberat yang akan diberikan oleh Jokowi adalah pencopotan jabatan.
"Yang mengawasi dan tanggung jawab harus ada. Tadi sudah disampaikan toh, masak diulang lagi, 'd-i-c-o-p-o-t'," kata Jokowi seraya mengeja kembali jawabannya.
Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, ambruknya atap sekolah tersebut diduga karena ada kesalahan pemasangan konstruksi. Ia mengatakan, kontraktor harus bertanggung jawab untuk memasang kembali atap tersebut dengan kondisi yang kokoh agar tidak ambruk lagi. "Rehab berat ini merupakan kewenangan Sudin Dikdas Jakarta Timur. Sudin harus segera menyelesaikan persoalan tersebut," kata Taufik.
Insiden ambruknya atap satu bangunan SDN 03 Pagi Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, mendapat sorotan khusus dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Pasalnya, ada dugaan insiden itu terjadi akibat ulah pemborong proyek yang tak sesuai dengan kualifikasi. Saat pria yang akrab disapa Jokowi tersebut melakukan peninjauan, Kamis (8/11/2012) siang, mantan Wali Kota Solo itu menegaskan, dia akan mem-blacklist pemborong atau kontraktor yang tak jujur dalam melaksanakan proyek, terlebih proyek pemerintahan. "Kalau pemborongnya enggak benar, ya kita blacklist. Sah toh?" ujar Jokowi di sela-sela kunjungannya tersebut.
Proyek renovasi SDN 03 Pagi Rawamangun itu dipegang oleh PT Halomoan Putra Sejati dengan nilai proyek sebesar Rp 1,2 miliar. Rencananya, proyek renovasi berat satu kompleks sekolah yang dimulai 1 Oktober 2012 tersebut rampung pada 15 Desember 2012 mendatang. Jokowi menerangkan, anggaran sebesar Rp 1,2 miliar tersebut untuk penggantian seluruh bagian bangunan sekolah, antara lain, plafon, keramik, kusen, dan atap bangunan. Namun, karena proyek tersebut belum rampung, Jokowi tidak bisa memperkirakan apakah anggaran proyek telah sesuai dengan kualifikasi atau belum. "Ini kalau sudah jadi, baru saya ngerti. Lah wong bangunannya belum jadi gimana mau ngomentari. Yang dipasang apa juga enggak kelihatan kok," tuturnya.
Dalam peninjauannya, Jokowi memerintahkan Inspektorat Dinas Pendidikan DKI serta Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur untuk memeriksa kembali material bangunan yang akan digunakan dalam proyek renovasi tersebut. Secara khusus, ia juga meminta untuk menyelidiki penyebab ambruknya SDN 03 Rawamangun itu. Soal sanksi pemborong atau kontraktor nakal, Jokowi mengaku akan melakukan koordinasi dengan jajaran terkait. Namun, Jokowi lebih mementingkan proyek renovasi itu rampung sesuai dengan rencana dan sesuai kualitas yang diharapkan.
Jokowi bersama sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tiba di lokasi sekitar pukul 14.45. Dengan mengenakan kemeja batik berwarna coklat dipadu celana hitam, Jokowi langsung disambut warga, yang sebagian besar ibu-ibu dan anak-anak. Setelah berusaha menerobos kerumunan warga yang antusias atas kedatangannya itu, Jokowi langsung berjalan ke bangunan sekolah tersebut.
Dengan terus disorot ratusan pasang mata warga dan belasan awak media, Jokowi memasuki satu per satu ruangan kelas. Setelah berada di ruang kelas paling kiri, Jokowi tampak melihat sisi kanan dan kirinya. Begitu melihat sebuah tangga kayu bersandar di tembok pojok ruangan, spontan, Jokowi langsung naik ke tangga kayu tersebut.
Aksi Jokowi itu mengejutkan warga dan awak media yang selalu memantau gerak-gerik Jokowi. "Aduh, hati-hati Pak Jokowi, awas jatuh," ujar salah seorang ibu yang menonton dari luar bangunan. "Ih, Jokowi naik tangga," kata seorang anak sambil menyelinap di tengah-tengah kerumunan. Walau sempat riuh, Jokowi tampak cuek dan tetap mengamati setiap jengkal konstruksi bekas atap yang ambruk. Setelah sekitar tiga menit berada di atas tangga setinggi dua meteran tersebut, Jokowi turun dan melanjutkan peninjauannya ke bagian lain di sekolah itu.
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi mengaku prihatin atas ambruknya atap sekolah yang sedang direnovasi tersebut. Jokowi kemudian memerintahkan Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur untuk memantau proyek renovasi senilai Rp 1,2 miliar yang ditargetkan selesai pada Desember 2012 itu. Secara khusus, Jokowi menegaskan untuk memeriksa dugaan kontraktor yang sengaja mengurangi kualitas bahan baku renovasi. Hal itu didasarkan pada dugaan penggunaan rangka atap yang tak sesuai kualifikasi.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan memberikan sanksi tegas kepada oknum yang bertanggung jawab atas ambruknya atap SD Negeri 03 Pagi Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (6/11/2012) malam. Sanksi paling berat adalah pencopotan jabatan. Pria yang kerap disapa Jokowi itu mengatakan, ia akan mengambil tindakan setelah proyek renovasi itu rampung. Ia sendiri akan mengecek kualitas bangunan di sekolah tersebut dan akan memberikan penilaian terhadap hasil renovasi sekolah itu. Ia meminta perbaikan sekolah itu sesuai target semula, yakni rampung pada Desember 2012.
"Diselesaikan dulu, rampungkan, nanti akan saya cek. Mungkin setiap dua minggu tak cek harus kualitasnya baik. Kalau saya beri sanksi sekarang, malah enggak rampung karena itu enggak menyelesaikan masalah," kata Jokowi di Balaikota DKI, Jakarta, Kamis, (8/11/2012).
Jokowi mengatakan, jika ia dan seluruh pihak yang bertanggung jawab serius mengerjakan hal tersebut, target penyelesaian proyek tidak akan molor. Ia akan mengambil sikap setelah mempelajari dan mengkaji pengerjaan proyek tersebut. "Ada beberapa yang bilang, ini yang bertanggung jawab, itu yang salah. Kalau sudah masuk tertulis, saya mau ambil sikap karena peristiwa seperti itu membahayakan murid yang jelas," kata Jokowi.
Jokowi masih akan menunggu kontraktor proyek untuk melanjutkan pengerjaan bangunan sekolah yang roboh itu. Ia juga akan terus mengecek dan melakukan pengawasan terhadap perbaikan tersebut itu, termasuk mencari tahu pihak yang bertanggung jawab dalam internal Pemprov DKI Jakarta. Apabila oknum-oknum yang diduga terbukti bersalah, sanksi terberat yang akan diberikan oleh Jokowi adalah pencopotan jabatan.
"Yang mengawasi dan tanggung jawab harus ada. Tadi sudah disampaikan toh, masak diulang lagi, 'd-i-c-o-p-o-t'," kata Jokowi seraya mengeja kembali jawabannya.
Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, ambruknya atap sekolah tersebut diduga karena ada kesalahan pemasangan konstruksi. Ia mengatakan, kontraktor harus bertanggung jawab untuk memasang kembali atap tersebut dengan kondisi yang kokoh agar tidak ambruk lagi. "Rehab berat ini merupakan kewenangan Sudin Dikdas Jakarta Timur. Sudin harus segera menyelesaikan persoalan tersebut," kata Taufik.
Insiden ambruknya atap satu bangunan SDN 03 Pagi Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, mendapat sorotan khusus dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Pasalnya, ada dugaan insiden itu terjadi akibat ulah pemborong proyek yang tak sesuai dengan kualifikasi. Saat pria yang akrab disapa Jokowi tersebut melakukan peninjauan, Kamis (8/11/2012) siang, mantan Wali Kota Solo itu menegaskan, dia akan mem-blacklist pemborong atau kontraktor yang tak jujur dalam melaksanakan proyek, terlebih proyek pemerintahan. "Kalau pemborongnya enggak benar, ya kita blacklist. Sah toh?" ujar Jokowi di sela-sela kunjungannya tersebut.
Proyek renovasi SDN 03 Pagi Rawamangun itu dipegang oleh PT Halomoan Putra Sejati dengan nilai proyek sebesar Rp 1,2 miliar. Rencananya, proyek renovasi berat satu kompleks sekolah yang dimulai 1 Oktober 2012 tersebut rampung pada 15 Desember 2012 mendatang. Jokowi menerangkan, anggaran sebesar Rp 1,2 miliar tersebut untuk penggantian seluruh bagian bangunan sekolah, antara lain, plafon, keramik, kusen, dan atap bangunan. Namun, karena proyek tersebut belum rampung, Jokowi tidak bisa memperkirakan apakah anggaran proyek telah sesuai dengan kualifikasi atau belum. "Ini kalau sudah jadi, baru saya ngerti. Lah wong bangunannya belum jadi gimana mau ngomentari. Yang dipasang apa juga enggak kelihatan kok," tuturnya.
Dalam peninjauannya, Jokowi memerintahkan Inspektorat Dinas Pendidikan DKI serta Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur untuk memeriksa kembali material bangunan yang akan digunakan dalam proyek renovasi tersebut. Secara khusus, ia juga meminta untuk menyelidiki penyebab ambruknya SDN 03 Rawamangun itu. Soal sanksi pemborong atau kontraktor nakal, Jokowi mengaku akan melakukan koordinasi dengan jajaran terkait. Namun, Jokowi lebih mementingkan proyek renovasi itu rampung sesuai dengan rencana dan sesuai kualitas yang diharapkan.
Jokowi Tinjau SDN 03 Rawamangun
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau SDN 03 Pagi Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (8/11/2012) siang. Peninjauan pria yang akrab disapa Jokowi tersebut terkait ambruknya atap salah satu bangunan sekolah pada Selasa malam. Pantauan Kompas.com di lokasi, Jokowi bersama rombongan datang pada pukul 14.45 WIB. Mengenakan kemeja batik coklat lengan panjang dipadu celana hitam, Jokowi disambut riuh oleh warga sekitar sekolah. Setelah bersalam-salaman dengan warga yang kebanyakan terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak, Jokowi dan rombongan mengelilingi bangunan sekolah. Jokowi tampak mengelilingi dan memantau tiga dari empat kelas yang atapnya ambruk.
Usai melakukan peninjauan, Jokowi mengatakan prihatin atas peristiwa ambruknya sekolah tersebut. Menurutnya, insiden tersebut akan dijadikan bahan evaluasi jaarannya agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa datang. "Yang penting selamat enggak ada korban. Kedua sudah disampaikan ke kontraktor agar segera diperbaiki kembali dengan sistem konstruksi yang benar-benar aman. Karena ini menyangkut anak-anak," ujarnya.
Jokowi kemudian menginstruksikan jajaran Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur untuk melakukan pengawasan hingga proses renovasi senilai Rp 1,2 miliar tersebut berjalan sesuai target, yaitu Desember 2012. Jokowi juga berjanji akan memantau langsung setelah proyek tersebut selesai. "Ini akan saya kontrol sendiri. Yang penting ini diselesaikan rampung Desember dan sesuai teknis yang ada," ujarnya.
Insiden ambruknya atap satu bangunan SDN 03 Pagi Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa malam, diduga akibat kesalahan konstruksi. Hal tersebut diakui oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. "Ini kan ada memang sedikit kesalahan pada bagian konstruksi. Yang penting selamat dan enggak ada korban," ujarnya saat meninjau SDN 03 Rawamangun, Kamis (8/11/2012) siang. Pria yang akrab disapa Jokowi itu mengaku prihatin dengan insiden tersebut. Jokowi lalu memerintahkan Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur untuk memantau proyek renovasi senilai Rp 1,2 miliar yang ditargetkan selesai pada Desember 2012.
Secara khusus, mantan Wali Kota Solo itu juga menegaskan untuk memeriksa dugaan pihak kontraktor yang sengaja mengurangi bahan baku renovasi. Muncul dugaan, ambruknya atap sekolah diakibatkan penggunaan rangka atap yang tak sesuai kualifikasi. "Sudah saya perintahkan ke inspektorat untuk cek secara detail, apakah ada kesalahan konstruksi atau sengaja mengurangi bahan teknis yang ada," tuturnya. Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Jokowi bersama rombongan datang pada pukul 14.45 WIB. Mengenakan kemeja batik coklat lengan panjang dipadu celana hitam, Jokowi disambut riuh oleh warga sekitar sekolah.
Setelah bersalam-salaman dengan warga yang kebanyakan terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak, Jokowi dan rombongan mengelilingi bangunan sekolah tersebut. Jokowi memantau tiga dari empat kelas yang atapnya ambruk. Atap bangunan SDN 03 Rawamangun itu ambruk pada Selasa (6/11/2012) malam. Menurut warga, peristiwa tersebut terjadi pukul 22.30 WIB saat sekolah tidak ada aktivitas. Ambruknya bangunan itu pun membuat warga yang berada di sekitar sekolah kaget karena suara ambruk yang bergemuruh.
Basuki Rela Ruang Kerjanya Dimasuki Siswa SD
Saat kunjungan ke Balaikota DKI Jakarta, sekitar 30 siswa SD Islam Terpadu Al Iman, Cipinang Elok, Jakarta Timur, mendapat kejutan menyenangkan. Mereka diperbolehkan masuk ke dalam ruang kerja Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Tentu saja anak-anak itu gembira luar biasa. Sebab biasanya, kunjungan rutin mereka setiap tahunnya hanya berkeliling di luar kompleks Balaikota, sesuai izin dari protokoler.
Diperbolehkannya anak-anak tersebut melihat-lihat ruang kerja Basuki pun kebetulan. Saat berkeliling, mereka berpapasan dengan wakil Jokowi itu yang hendak rapat dengan Bappeda. "Sebelumnya kami enggak punya izin untuk masuk ke dalam sini. Tapi tadi di bawah ketemu Pak Ahok, kami dipersilakan masuk ruangannya dengan diantar protokol," kata Wakil Kepala Sekolah SDIT Al-Iman Doni Andiko, Kamis (8/11/2012).
Makanya, kunjungan mereka untuk mengenal lebih dekat kantor Pemerintahan Daerah menjadi berbeda dari biasanya. Mereka bisa melihat langsung ruang kerja seorang Wakil Gubernur DKI Jakarta. Mereka berada di ruangan tersebut sekitar 15 menit. Kemudian rombongan diantar seorang petugas protokoler untuk melihat suasana di anjungan ruang Balai Agung yang lokasinya persis satu lantai di bawah ruang kerja Basuki. Anjungan ini adalah tempat di mana Gubernur DKI Joko Widodo biasa menjamu tamu-tamunya dengan berbagai hidangan makanan. "Saya sih ikut saja, mendampingi anak-anak. Selanjutnya ke mana lagi saya enggak tahu, ini protokol yang mengarahkan," ujarnya.
Ditemui terpisah, Basuki mengaku sengaja mempersilakan siswa-siswa SD itu untuk masuk ke ruangannya. Ia berharap hal itu dapat mendongkrak semangat para siswa untuk belajar dan memupuk cita-citanya kelak. "Saya tanya apa cita-citanya, dijawab ingin jadi gubernur. Ya sudah, berarti harus masuk ke ruangan saya, biar merasakan duduk di kursinya. Biar tambah semangat, karena saya bisa geser sebentar," ujarnya.
Usai melakukan peninjauan, Jokowi mengatakan prihatin atas peristiwa ambruknya sekolah tersebut. Menurutnya, insiden tersebut akan dijadikan bahan evaluasi jaarannya agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa datang. "Yang penting selamat enggak ada korban. Kedua sudah disampaikan ke kontraktor agar segera diperbaiki kembali dengan sistem konstruksi yang benar-benar aman. Karena ini menyangkut anak-anak," ujarnya.
Jokowi kemudian menginstruksikan jajaran Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur untuk melakukan pengawasan hingga proses renovasi senilai Rp 1,2 miliar tersebut berjalan sesuai target, yaitu Desember 2012. Jokowi juga berjanji akan memantau langsung setelah proyek tersebut selesai. "Ini akan saya kontrol sendiri. Yang penting ini diselesaikan rampung Desember dan sesuai teknis yang ada," ujarnya.
Insiden ambruknya atap satu bangunan SDN 03 Pagi Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa malam, diduga akibat kesalahan konstruksi. Hal tersebut diakui oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. "Ini kan ada memang sedikit kesalahan pada bagian konstruksi. Yang penting selamat dan enggak ada korban," ujarnya saat meninjau SDN 03 Rawamangun, Kamis (8/11/2012) siang. Pria yang akrab disapa Jokowi itu mengaku prihatin dengan insiden tersebut. Jokowi lalu memerintahkan Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur untuk memantau proyek renovasi senilai Rp 1,2 miliar yang ditargetkan selesai pada Desember 2012.
Secara khusus, mantan Wali Kota Solo itu juga menegaskan untuk memeriksa dugaan pihak kontraktor yang sengaja mengurangi bahan baku renovasi. Muncul dugaan, ambruknya atap sekolah diakibatkan penggunaan rangka atap yang tak sesuai kualifikasi. "Sudah saya perintahkan ke inspektorat untuk cek secara detail, apakah ada kesalahan konstruksi atau sengaja mengurangi bahan teknis yang ada," tuturnya. Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Jokowi bersama rombongan datang pada pukul 14.45 WIB. Mengenakan kemeja batik coklat lengan panjang dipadu celana hitam, Jokowi disambut riuh oleh warga sekitar sekolah.
Setelah bersalam-salaman dengan warga yang kebanyakan terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak, Jokowi dan rombongan mengelilingi bangunan sekolah tersebut. Jokowi memantau tiga dari empat kelas yang atapnya ambruk. Atap bangunan SDN 03 Rawamangun itu ambruk pada Selasa (6/11/2012) malam. Menurut warga, peristiwa tersebut terjadi pukul 22.30 WIB saat sekolah tidak ada aktivitas. Ambruknya bangunan itu pun membuat warga yang berada di sekitar sekolah kaget karena suara ambruk yang bergemuruh.
Basuki Rela Ruang Kerjanya Dimasuki Siswa SD
Saat kunjungan ke Balaikota DKI Jakarta, sekitar 30 siswa SD Islam Terpadu Al Iman, Cipinang Elok, Jakarta Timur, mendapat kejutan menyenangkan. Mereka diperbolehkan masuk ke dalam ruang kerja Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Tentu saja anak-anak itu gembira luar biasa. Sebab biasanya, kunjungan rutin mereka setiap tahunnya hanya berkeliling di luar kompleks Balaikota, sesuai izin dari protokoler.
Diperbolehkannya anak-anak tersebut melihat-lihat ruang kerja Basuki pun kebetulan. Saat berkeliling, mereka berpapasan dengan wakil Jokowi itu yang hendak rapat dengan Bappeda. "Sebelumnya kami enggak punya izin untuk masuk ke dalam sini. Tapi tadi di bawah ketemu Pak Ahok, kami dipersilakan masuk ruangannya dengan diantar protokol," kata Wakil Kepala Sekolah SDIT Al-Iman Doni Andiko, Kamis (8/11/2012).
Makanya, kunjungan mereka untuk mengenal lebih dekat kantor Pemerintahan Daerah menjadi berbeda dari biasanya. Mereka bisa melihat langsung ruang kerja seorang Wakil Gubernur DKI Jakarta. Mereka berada di ruangan tersebut sekitar 15 menit. Kemudian rombongan diantar seorang petugas protokoler untuk melihat suasana di anjungan ruang Balai Agung yang lokasinya persis satu lantai di bawah ruang kerja Basuki. Anjungan ini adalah tempat di mana Gubernur DKI Joko Widodo biasa menjamu tamu-tamunya dengan berbagai hidangan makanan. "Saya sih ikut saja, mendampingi anak-anak. Selanjutnya ke mana lagi saya enggak tahu, ini protokol yang mengarahkan," ujarnya.
Ditemui terpisah, Basuki mengaku sengaja mempersilakan siswa-siswa SD itu untuk masuk ke ruangannya. Ia berharap hal itu dapat mendongkrak semangat para siswa untuk belajar dan memupuk cita-citanya kelak. "Saya tanya apa cita-citanya, dijawab ingin jadi gubernur. Ya sudah, berarti harus masuk ke ruangan saya, biar merasakan duduk di kursinya. Biar tambah semangat, karena saya bisa geser sebentar," ujarnya.
Wednesday, November 7, 2012
Jokowi Bertemu Gubernur Banten
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Rabu pagi ini, akan kembali melakukan koordinasi dengan gubernur di daerah penopang Jakarta. Setelah pekan lalu menemui Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, hari ini Jokowi berencana menemui Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono yang ikut mendampingi Jokowi ke Banten mengatakan bahwa agenda Jokowi bersama Gubernur Banten adalah membahas sejumlah permasalahan yang mengikat kedua daerah, misalnya transportasi, saluran kali, dan saluran air minum. "Ya dibahas itu, yang pertama, perhubungan antara kedua provinsi, terus masalah yang perlu diselesaikan, misalnya kali, transportasi, air minum, dan lain-lain," kata Pristono saat ditemui di Balaikota Jakarta, Rabu (7/11/2012). Selain dirinya, kata Pristono, Kepala Bappeda DKI Sarwo Handayani juga ikut mendampingi Jokowi bertemu Ratu Atut. Dikatakan Pristono, transportasi adalah isu besar yang akan dibahas dalam pertemuan nanti. Tata kelola bersama transportasi dinilai penting, khususnya untuk daerah yang saling bersebelahan. "Tata kelola transportasinya kita bahas bersama supaya masyarakat di dua provinsi bisa mudah bila ingin keluar masuk," ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Kantor Gubernur Banten. Di sana, dia langsung disambut oleh Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Dalam pertemuan itu telah disepakati enam poin kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten. "Terdapat enam hal yang ingin (agar) kami dibantu dari Ibu Gubernur agar ke depannya dalam memulai kegiatan ini semuanya bisa lancar," kata Jokowi di Banten, Rabu (7/11/2012). Kesepakatan kerja sama yang pertama adalah Cengkareng Drain. Meskipun menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum, Jokowi mengatakan bahwa Cengkareng Drain juga menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Sebentar lagi sudah akan kami mulai sehingga pada kesempatan yang baik ini kami juga ingin memohon bantuannya agar Cengkareng Drain ini nanti juga bisa segera dilanjutkan," kata Jokowi.
Kesepakatan kerja sama kedua adalah Waduk Karyan. Jokowi meminta izin kepada Ratu Atut untuk dapat menarik air baku. "Mulai sumber air baku, kalau memang diperbolehkan, nantinya akan kami tarik air bakunya. Tapi, kalau memang nanti mau diolah dari Pemprov Banten, saya kira juga tidak ada masalah. Tapi yang paling penting harganya jangan mahal-mahal," kata Jokowi. Oleh karena itu, standar harganya dapat dijangkau oleh Pemprov DKI dan dapat dibeli. "Ini permohonan kami, jadi memang ya kalau nanti dijual mahal, waduh bisa hitungan dan kalkulasi kami berat," ujarnya. Kesepakatan ketiga, ada perbatasan di daerah Semanan Cengkareng. Di sana ada jalan sejajar rel. Jokowi juga meminta bantuan kepada Gubernur Banten agar bisa dibantu direalisasikan.
Kesepakatan keempat adalah jalur kereta api dari Ciledug menuju Cengkareng. "Kami sangat berterima kasih karena ini sangat membantu sekali bagi warga DKI yang menuju Cengkareng karena relnya kalau enggak salah hanya tinggal menyambung sepanjang mungkin tujuh atau delapan kilometer. Jadi, nanti agar Ibu Gubernur juga bisa membantu sehingga target kami nanti dengan PT KAI memang tahun 2013 ini sudah selesai sehingga nanti dari Manggarai, Dukuh Atas, bisa langsung menuju bandara," kata Jokowi. Kesepakatan kerja sama yang kelima adalah angkutan perbatasan yang sudah dimulai. Namun, Jokowi mengatakan, masih akan ada beberapa hal yang akan ditindaklanjuti kembali. "Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel) tahun depan akan kami tindaklanjuti. Tangsel sudah, tinggal yang Tangerang," kata Jokowi.
Kesepakatan kerja sama yang keenam adalah permasalahan monorel. Jokowi mengatakan kepada Ratu Atut, keberlanjutan proyek monorel ini belum diputuskan oleh Jokowi. "Kalau nanti sudah diputuskan, memang akan menjadi sebuah moda transportasi yang terintegrasi semuanya. Seperti Banten, Jawa Barat, dan sekitarnya menuju DKI. Kalau memang nanti sebulan atau dua bulan ini kami putuskan, nanti juga mohon dibantu," ujarnya.
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah berharap program pembangunan Jakarta dengan Banten lebih bersinergi setelah Jakarta dipimpin Joko Widodo. Menurut Atut, banyak program pembangunan Jakarta dan Banten yang bersinergi, termasuk ketentraman dan kesejahteraan masyarakat DKI, Jawa Barat dan Banten melalui kerjasama Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur. Dikatakan Atut, terdapat sembilan program yang menjadi prioritas dan fokus kerjasama DKI Jakarta dan Provinsi Banten. Antara lain infrastruktur, penanggulangan banjir, pendidikan, kesehatan, pemukiman di wilayah perbatasan, kependudukan dan terkait penanganan sosial kemasyarakatan, gelandangan dan lainnya. Dijelaskan Atut, Provinsi Banten adalah salah satu dari 33 provinsi yang ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai daerah penerapan enam koridor ekonomi. Banten masuk dalam koridor ekonomi Jawa dan Sumatera.
Untuk koridor ekonomi Jawa meliputi Banten, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, Banten harus mendukung sektor industri dan jasa nasional. Sementara untuk koridor ekonomi Sumatera Banten yang mencakup wilayah Banten, Serang, Cilegon, Pandeglang dan Lebak, Banten ditetapkan sebagai daerah yang memiliki potensi, di antaranya terkait energi dan pengelola hasil bumi. "Hal ini yang tadi saya sampaikan kerjasama, yaitu bagaimana Banten memiliki program sinergi terkait program agribisnis. Kami harapkan dapat memberikan dampak positif khususnya bagi Banten dan DKI," kata Atut usai bertemu dengan Jokowi di Banten, Rabu (7/11/2012).
Program ini, kata Ratu Atut, sudah disampaikan sejak kepemimpinan DKI di bawah Sutiyoso. Namun, belum ada pembahasan lebih lanjutnya kembali. "Jadi dengan kunjungan ini kami ingin menindaklanjuti kerjasama program yang sinergis," kata Atut. Pertemuan antara Jokowi dengan Atut ini berlangsung sekitar dua jam. Di akhir pertemuan, Jokowi memberikan cinderamata plakat Monas. Sedangkan, Ratu Atut memberikan kain bahan corak batik khas Banten kepada Jokowi.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), Rabu (7/11/2012) pagi ini, akan kembali melakukan koordinasi dengan gubernur di daerah penyangga Jakarta. Setelah pekan lalu menemui Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, hari ini Jokowi berencana menemui Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Ditemui wartawan sebelum keberangkatannya ke Banten, Jokowi mengatakan akan membicarakan banyak hal terkait permasalahan dua provinsi bertetangga ini dengan Ratu Atut. "Ya, berbicara mengenai persoalan hubungan Banten dengan Jakarta dan peluang-peluang yang ada. Misalnya, air baku, tetapi yang paling banyak transportasi," kata Jokowi di Balaikota DKI, Jakarta, Rabu. Jokowi mengatakan, hasil pertemuannya bersama dengan Ratu Atut itu kemudian akan segera ditindaklanjuti bersama wali kota dan bupati. "Supaya konek antara Jakarta dan sekitar kita, biar lebih konkret, nanti dishub membuat transportasi perbatasan," kata Jokowi.
Senada dengan Jokowi, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono yang ikut mendampingi Jokowi ke Banten pun mengatakan bahwa agenda Jokowi bersama Gubernur Banten adalah membahas sejumlah permasalahan yang mengikat kedua daerah, misalnya transportasi, saluran kali, dan saluran air minum. "Ya, dibahas itu, yang pertama, perhubungan antara kedua provinsi, terus masalah yang perlu diselesaikan, misalnya kali, transportasi, air minum, dan lain-lain," kata Pristono. Pristono mengatakan, transportasi adalah isu besar yang akan dibahas dalam pertemuan nanti. Tata kelola bersama transportasi dinilai penting, khususnya untuk daerah yang saling bersebelahan. "Tata kelola transportasinya kami bahas bersama supaya masyarakat di dua provinsi bisa mudah bila ingin keluar masuk," ujarnya. Selain Pristono, Kepala Badan Perencanaan Daerah Sarwo Handayani dan Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Tardjuki turut mendampingi Jokowi bertemu dengan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Kantor Gubernur Banten. Di sana, dia langsung disambut oleh Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Dalam pertemuan itu telah disepakati enam poin kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten. "Terdapat enam hal yang ingin (agar) kami dibantu dari Ibu Gubernur agar ke depannya dalam memulai kegiatan ini semuanya bisa lancar," kata Jokowi di Banten, Rabu (7/11/2012). Kesepakatan kerja sama yang pertama adalah Cengkareng Drain. Meskipun menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum, Jokowi mengatakan bahwa Cengkareng Drain juga menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Sebentar lagi sudah akan kami mulai sehingga pada kesempatan yang baik ini kami juga ingin memohon bantuannya agar Cengkareng Drain ini nanti juga bisa segera dilanjutkan," kata Jokowi.
Kesepakatan kerja sama kedua adalah Waduk Karyan. Jokowi meminta izin kepada Ratu Atut untuk dapat menarik air baku. "Mulai sumber air baku, kalau memang diperbolehkan, nantinya akan kami tarik air bakunya. Tapi, kalau memang nanti mau diolah dari Pemprov Banten, saya kira juga tidak ada masalah. Tapi yang paling penting harganya jangan mahal-mahal," kata Jokowi. Oleh karena itu, standar harganya dapat dijangkau oleh Pemprov DKI dan dapat dibeli. "Ini permohonan kami, jadi memang ya kalau nanti dijual mahal, waduh bisa hitungan dan kalkulasi kami berat," ujarnya. Kesepakatan ketiga, ada perbatasan di daerah Semanan Cengkareng. Di sana ada jalan sejajar rel. Jokowi juga meminta bantuan kepada Gubernur Banten agar bisa dibantu direalisasikan.
Kesepakatan keempat adalah jalur kereta api dari Ciledug menuju Cengkareng. "Kami sangat berterima kasih karena ini sangat membantu sekali bagi warga DKI yang menuju Cengkareng karena relnya kalau enggak salah hanya tinggal menyambung sepanjang mungkin tujuh atau delapan kilometer. Jadi, nanti agar Ibu Gubernur juga bisa membantu sehingga target kami nanti dengan PT KAI memang tahun 2013 ini sudah selesai sehingga nanti dari Manggarai, Dukuh Atas, bisa langsung menuju bandara," kata Jokowi. Kesepakatan kerja sama yang kelima adalah angkutan perbatasan yang sudah dimulai. Namun, Jokowi mengatakan, masih akan ada beberapa hal yang akan ditindaklanjuti kembali. "Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel) tahun depan akan kami tindaklanjuti. Tangsel sudah, tinggal yang Tangerang," kata Jokowi.
Kesepakatan kerja sama yang keenam adalah permasalahan monorel. Jokowi mengatakan kepada Ratu Atut, keberlanjutan proyek monorel ini belum diputuskan oleh Jokowi. "Kalau nanti sudah diputuskan, memang akan menjadi sebuah moda transportasi yang terintegrasi semuanya. Seperti Banten, Jawa Barat, dan sekitarnya menuju DKI. Kalau memang nanti sebulan atau dua bulan ini kami putuskan, nanti juga mohon dibantu," ujarnya.
Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah berharap program pembangunan Jakarta dengan Banten lebih bersinergi setelah Jakarta dipimpin Joko Widodo. Menurut Atut, banyak program pembangunan Jakarta dan Banten yang bersinergi, termasuk ketentraman dan kesejahteraan masyarakat DKI, Jawa Barat dan Banten melalui kerjasama Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur. Dikatakan Atut, terdapat sembilan program yang menjadi prioritas dan fokus kerjasama DKI Jakarta dan Provinsi Banten. Antara lain infrastruktur, penanggulangan banjir, pendidikan, kesehatan, pemukiman di wilayah perbatasan, kependudukan dan terkait penanganan sosial kemasyarakatan, gelandangan dan lainnya. Dijelaskan Atut, Provinsi Banten adalah salah satu dari 33 provinsi yang ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai daerah penerapan enam koridor ekonomi. Banten masuk dalam koridor ekonomi Jawa dan Sumatera.
Untuk koridor ekonomi Jawa meliputi Banten, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, Banten harus mendukung sektor industri dan jasa nasional. Sementara untuk koridor ekonomi Sumatera Banten yang mencakup wilayah Banten, Serang, Cilegon, Pandeglang dan Lebak, Banten ditetapkan sebagai daerah yang memiliki potensi, di antaranya terkait energi dan pengelola hasil bumi. "Hal ini yang tadi saya sampaikan kerjasama, yaitu bagaimana Banten memiliki program sinergi terkait program agribisnis. Kami harapkan dapat memberikan dampak positif khususnya bagi Banten dan DKI," kata Atut usai bertemu dengan Jokowi di Banten, Rabu (7/11/2012).
Program ini, kata Ratu Atut, sudah disampaikan sejak kepemimpinan DKI di bawah Sutiyoso. Namun, belum ada pembahasan lebih lanjutnya kembali. "Jadi dengan kunjungan ini kami ingin menindaklanjuti kerjasama program yang sinergis," kata Atut. Pertemuan antara Jokowi dengan Atut ini berlangsung sekitar dua jam. Di akhir pertemuan, Jokowi memberikan cinderamata plakat Monas. Sedangkan, Ratu Atut memberikan kain bahan corak batik khas Banten kepada Jokowi.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), Rabu (7/11/2012) pagi ini, akan kembali melakukan koordinasi dengan gubernur di daerah penyangga Jakarta. Setelah pekan lalu menemui Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, hari ini Jokowi berencana menemui Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Ditemui wartawan sebelum keberangkatannya ke Banten, Jokowi mengatakan akan membicarakan banyak hal terkait permasalahan dua provinsi bertetangga ini dengan Ratu Atut. "Ya, berbicara mengenai persoalan hubungan Banten dengan Jakarta dan peluang-peluang yang ada. Misalnya, air baku, tetapi yang paling banyak transportasi," kata Jokowi di Balaikota DKI, Jakarta, Rabu. Jokowi mengatakan, hasil pertemuannya bersama dengan Ratu Atut itu kemudian akan segera ditindaklanjuti bersama wali kota dan bupati. "Supaya konek antara Jakarta dan sekitar kita, biar lebih konkret, nanti dishub membuat transportasi perbatasan," kata Jokowi.
Senada dengan Jokowi, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono yang ikut mendampingi Jokowi ke Banten pun mengatakan bahwa agenda Jokowi bersama Gubernur Banten adalah membahas sejumlah permasalahan yang mengikat kedua daerah, misalnya transportasi, saluran kali, dan saluran air minum. "Ya, dibahas itu, yang pertama, perhubungan antara kedua provinsi, terus masalah yang perlu diselesaikan, misalnya kali, transportasi, air minum, dan lain-lain," kata Pristono. Pristono mengatakan, transportasi adalah isu besar yang akan dibahas dalam pertemuan nanti. Tata kelola bersama transportasi dinilai penting, khususnya untuk daerah yang saling bersebelahan. "Tata kelola transportasinya kami bahas bersama supaya masyarakat di dua provinsi bisa mudah bila ingin keluar masuk," ujarnya. Selain Pristono, Kepala Badan Perencanaan Daerah Sarwo Handayani dan Wakil Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Tardjuki turut mendampingi Jokowi bertemu dengan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
Wednesday, October 31, 2012
Jokowi Temui Gubernur Jawa Barat
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dipastikan akan menyambangi Gedung Sate, Bandung, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (31/10/2012) sekitar pukul 14.00 WIB, untuk bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. "Jadi... Jadi..., nanti siang jadi kok ketemu Pak Gubernur," kata Jokowi di Balaikota DKI, Rabu pagi. Mengendarai mobil dinasnya, Toyota Land Cruiser, Jokowi tiba di Balaikota sekitar pukul 08.00 WIB. Dia mengenakan kemeja batik berwarna coklat.
Jokowi mengatakan, di Bandung nanti ia akan membicarakan permasalahan-permasalahan yang umum di Jakarta, seperti macet dan banjir. "Membahas, ya, paling bahas macet, banjir. Paling enggak bahas dua itu, mungkin juga bahas hal-hal yang bersifat sosial juga," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan bertemu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Bandung pada Selasa (23/10/2012). Namun, yang datang ke dalam pertemuan itu hanyalah Sekretaris Daerah DKI Jakarta Fadjar Panjaitan.
Pertemuan di Bandung itu merupakan rapat Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Cianjur (Jabodetabekjur) bersama dengan sejumlah kepala daerah terkait, termasuk Jokowi. Salah satu agenda strategis yang akan dibahas dalam pertemuan itu adalah merumuskan solusi dalam kerangka mengatasi banjir di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendapat sambutan meriah sewaktu mendatangi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, Gedung Sate, Rabu (31/10/2012). Dia disambut oleh para PNS yang bertugas di sana.
Jokowi datang sekitar pukul 14.10 WIB dengan menggunakan Land Cruiser dan datang bersama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono. Begitu turun di muka pintu Gedung Sate, dia langsung dikerubuti fotografer yang berusaha mengabadikan kedatangannya. "Apa ini? Apa ini," ujar Joko dalam nada tanya begitu dikerubuti para fotografer.
Rombongan pun bergerak ke dalam gedung untuk menuju ruang kerja gubernur. Di dalam Gedung Sate, puluhan PNS sudah menunggu di tepi jalan yang akan dilalui. Di tangan mereka, sebagian terdapat kamera saku maupun ponsel.
Jokowi langsung masuk ke dalam ruang transit di samping ruang kerja gubernur. Di sana, dia dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Ahmad Heryawan membicarakan sektor transportasi mengingat pejabat yang dibawa adalah dinas perhubungan. Hingga berita diturunkan, rapat masih berlangsung dan berlangsung tertutup.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku, dalam pertemuannya dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Gedung Sate, Rabu (31/10/2012) siang ini, keduanya akan mendiskusikan masalah kemacetan di masing-masing kota. Saat ini tak hanya Jakarta yang dikurung dengan problem kemacetan, tetapi Bandung pun kian semrawut dengan kemacetan yang tak kalah hebat.
Heryawan pun merasa kemacetan merupakan hal serius yang harus dituntaskan. "Saya dengan Pak Jokowi akan mendiskusikan masalah kemacetan nanti karena ini merupakan masalah yang sangat serius," kata Heryawan, Selasa malam kemarin di Bandung.
Salah satu imbauan yang dikeluarkan Heryawan adalah agar warga menggunakan sarana transportasi kereta api dalam beraktivitas. "Naik kereta lebih nyaman. Selain itu, waktu tempuhnya lebih cepat dan yang terpenting dapat terhindar dari kemacetan. Pokoknya banyak sekali manfaatnya," kata Heryawan seusai makan sate di Stasiun Bandung.
Seperti yang telah diberitakan, Jokowi dipastikan akan menyambangi Gedung Sate, Bandung, Jalan Diponegoro, Bandung, pukul 14.00 WIB. Orang nomor satu di DKI Jakarta itu akan bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan beserta para pejabat di lingkungan Provinsi Jawa Barat.
Heryawan pun sempat mengungkapkan, bersama Jokowi, dia akan membahas pembangunan Jawa Barat dan DKI Jakarta. "Ya, bersilaturahmi saja, kita akan membahas pembangunan infrastruktur di Jawa Barat dan DKI Jakarta," katanya.
Seperti yang telah diberitakan, Rabu (31/10/2012) siang ini, di kantor Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Selain berdiskusi tentang masalah kemacetan di Bandung dan Jakarta, kedua kepala daerah ini akan berbicara tentang pariwisata.
Menurut Heryawan yang berbicara kepada sejumlah wartawan di Stasiun Bandung, Selasa malam kemarin, dia dan Jokowi akan membahas soal ide pembangunan destinasi wisata di Jawa Barat, seperti layaknya Yogyakarta ataupun Bali. "Saya akan berdiskusi dengan Pak Jokowi untuk membentuk destinasi wisata Jawa Barat seperti Yogyakarta dan Bali. Kami akan bentuk destinasi wisata Jawa Barat menjadi lebih dahsyat dari dua kota tersebut," kata Heryawan.
Menurut Heryawan, saat ini Yogyakarta dan Bali merupakan destinasi wisata yang paling dijagokan di Indonesia. Yogyakarta menempati posisi yang paling unggul dibandingkan dengan provinsi lainnya. "Jawa Barat juga bisa. Saya akan diskusi dengan Pak Jokowi," kata Heryawan lagi.
Selain itu, lanjut dia, keduanya akan membicarakan tentang pembangunan infrastruktur di DKI Jakarta dan Jawa Barat. "Kami akan membahas tata ruang, perencanaan pembangunan berkesinambungan termasuk anggarannya juga, integrasi program, dan pembangunan busway di Bekasi," tegas Heryawan.
Sebelumnya diberitakan, Heryawan dan Jokowi akan mendiskusikan masalah kemacetan di masing-masing kota. Saat ini tak bukan hanya Jakarta yang dikurung dengan problem kemacetan, Bandung pun kian semrawut dengan kemacetan yang tak kalah hebat. Heryawan pun merasa kemacetan merupakan hal serius yang harus dituntaskan. "Saya dengan Pak Jokowi akan mendiskusikan masalah kemacetan nanti karena ini merupakan masalah yang sangat serius," kata Heryawan.
Jokowi mengatakan, di Bandung nanti ia akan membicarakan permasalahan-permasalahan yang umum di Jakarta, seperti macet dan banjir. "Membahas, ya, paling bahas macet, banjir. Paling enggak bahas dua itu, mungkin juga bahas hal-hal yang bersifat sosial juga," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan bertemu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Bandung pada Selasa (23/10/2012). Namun, yang datang ke dalam pertemuan itu hanyalah Sekretaris Daerah DKI Jakarta Fadjar Panjaitan.
Pertemuan di Bandung itu merupakan rapat Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Cianjur (Jabodetabekjur) bersama dengan sejumlah kepala daerah terkait, termasuk Jokowi. Salah satu agenda strategis yang akan dibahas dalam pertemuan itu adalah merumuskan solusi dalam kerangka mengatasi banjir di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendapat sambutan meriah sewaktu mendatangi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, Gedung Sate, Rabu (31/10/2012). Dia disambut oleh para PNS yang bertugas di sana.
Jokowi datang sekitar pukul 14.10 WIB dengan menggunakan Land Cruiser dan datang bersama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono. Begitu turun di muka pintu Gedung Sate, dia langsung dikerubuti fotografer yang berusaha mengabadikan kedatangannya. "Apa ini? Apa ini," ujar Joko dalam nada tanya begitu dikerubuti para fotografer.
Rombongan pun bergerak ke dalam gedung untuk menuju ruang kerja gubernur. Di dalam Gedung Sate, puluhan PNS sudah menunggu di tepi jalan yang akan dilalui. Di tangan mereka, sebagian terdapat kamera saku maupun ponsel.
Jokowi langsung masuk ke dalam ruang transit di samping ruang kerja gubernur. Di sana, dia dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Ahmad Heryawan membicarakan sektor transportasi mengingat pejabat yang dibawa adalah dinas perhubungan. Hingga berita diturunkan, rapat masih berlangsung dan berlangsung tertutup.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku, dalam pertemuannya dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Gedung Sate, Rabu (31/10/2012) siang ini, keduanya akan mendiskusikan masalah kemacetan di masing-masing kota. Saat ini tak hanya Jakarta yang dikurung dengan problem kemacetan, tetapi Bandung pun kian semrawut dengan kemacetan yang tak kalah hebat.
Heryawan pun merasa kemacetan merupakan hal serius yang harus dituntaskan. "Saya dengan Pak Jokowi akan mendiskusikan masalah kemacetan nanti karena ini merupakan masalah yang sangat serius," kata Heryawan, Selasa malam kemarin di Bandung.
Salah satu imbauan yang dikeluarkan Heryawan adalah agar warga menggunakan sarana transportasi kereta api dalam beraktivitas. "Naik kereta lebih nyaman. Selain itu, waktu tempuhnya lebih cepat dan yang terpenting dapat terhindar dari kemacetan. Pokoknya banyak sekali manfaatnya," kata Heryawan seusai makan sate di Stasiun Bandung.
Seperti yang telah diberitakan, Jokowi dipastikan akan menyambangi Gedung Sate, Bandung, Jalan Diponegoro, Bandung, pukul 14.00 WIB. Orang nomor satu di DKI Jakarta itu akan bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan beserta para pejabat di lingkungan Provinsi Jawa Barat.
Heryawan pun sempat mengungkapkan, bersama Jokowi, dia akan membahas pembangunan Jawa Barat dan DKI Jakarta. "Ya, bersilaturahmi saja, kita akan membahas pembangunan infrastruktur di Jawa Barat dan DKI Jakarta," katanya.
Seperti yang telah diberitakan, Rabu (31/10/2012) siang ini, di kantor Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Jawa Barat, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Selain berdiskusi tentang masalah kemacetan di Bandung dan Jakarta, kedua kepala daerah ini akan berbicara tentang pariwisata.
Menurut Heryawan yang berbicara kepada sejumlah wartawan di Stasiun Bandung, Selasa malam kemarin, dia dan Jokowi akan membahas soal ide pembangunan destinasi wisata di Jawa Barat, seperti layaknya Yogyakarta ataupun Bali. "Saya akan berdiskusi dengan Pak Jokowi untuk membentuk destinasi wisata Jawa Barat seperti Yogyakarta dan Bali. Kami akan bentuk destinasi wisata Jawa Barat menjadi lebih dahsyat dari dua kota tersebut," kata Heryawan.
Menurut Heryawan, saat ini Yogyakarta dan Bali merupakan destinasi wisata yang paling dijagokan di Indonesia. Yogyakarta menempati posisi yang paling unggul dibandingkan dengan provinsi lainnya. "Jawa Barat juga bisa. Saya akan diskusi dengan Pak Jokowi," kata Heryawan lagi.
Selain itu, lanjut dia, keduanya akan membicarakan tentang pembangunan infrastruktur di DKI Jakarta dan Jawa Barat. "Kami akan membahas tata ruang, perencanaan pembangunan berkesinambungan termasuk anggarannya juga, integrasi program, dan pembangunan busway di Bekasi," tegas Heryawan.
Sebelumnya diberitakan, Heryawan dan Jokowi akan mendiskusikan masalah kemacetan di masing-masing kota. Saat ini tak bukan hanya Jakarta yang dikurung dengan problem kemacetan, Bandung pun kian semrawut dengan kemacetan yang tak kalah hebat. Heryawan pun merasa kemacetan merupakan hal serius yang harus dituntaskan. "Saya dengan Pak Jokowi akan mendiskusikan masalah kemacetan nanti karena ini merupakan masalah yang sangat serius," kata Heryawan.
Wednesday, October 24, 2012
Jokowi Meninjau Keadaan di Pasar
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Rabu (24/10/2012) pagi tadi, juga meninjau keadaan Pasar Senen Blok III dan Blok VI, Jakarta Pusat. Jokowi pun mengatakan, ia mendapatkan informasi bahwa Pasar Senen Blok VI sedang dibangun. Jokowi pun duduk satu meja bersama pedagang-pedagang dan saling menumpahkan keluh kesah mereka. "Jadi gini lho, jadi di Pasar Senen Blok VI ini mau dibangun. Pedagang pada datang ke saya, jadi ya namanya bukan sidak," kata Jokowi, di Pasar Senen, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Selanjutnya, berikut isi petikan curhatan para pedagang pasar dengan Jokowi.
Jokowi: Ini Blok 6 Bu?
Pedagang: Iya Pak.
Jokowi: Sekarang ngomong maunya seperti apa pedagang?
Pedagang: Bisa terjangkau Pak sama kami para pedagang kecil, tetapi tetap menjadi pasar tradisional yang bisa dijangkau.
Jokowi: Maunya berapa?
Pedagang: Itu kewenangan Pemda, tetapi yang murah dan terjangkau.
Jokowi: Terjangkaunya tuh berapa?
Pedagang: Kami serahkan ke Bapak Gubernur. Desainnya dibuat seperti restoran dan hotel.
Jokowi: Saya sudah tahu.
Pedagang: Kami pedagang kaki lima, jadi kami harus dapat tempat ditata dengan rapi dan bagus. Kami maunya sesuai dengan kemampuan kami. Kami uangnya terbatas.
Jokowi: Ukurannya berapa?
Pedagang: Kita serahkan kepada Bapak sajalah.
Jokowi: 2x2 cukup enggak?
Pedagang: Gimana Pak?
Jokowi: Enggak tahu, saya ini orang baru. Nanti saya baca dulu yang terjangkau berapa sih yang dimaui. Pokoknya enggak merugikan.
Setelah "sesi curhat" bersama, Jokowi kembali menyusuri gang-gang sempit di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Jokowi juga mengakui jika beberapa kelompok di pasar tersebut menginginkan pembangunan tersebut tetap ada, tetapi pembangunan itu dilakukan oleh pemerintah setempat. "Dari informasi yang masuk ke saya, beberapa kelompok mereka ingin agar pasar ini tetap dibangun. Namun, yang bangun itu pemerintah, bukan developer sehingga harganya terjangkau oleh mereka," katanya.
Setelah meninjau Pasar Senen Blok III dan Blok VI, Jokowi juga meninjau Pasar Lokbin Cempaka Sari dan Pasar Gembrong Lama, Galur, Jakarta Pusat. Di pasar Senen ini, Jokowi kembali disambut antusias oleh para pedagang. Mereka pun mengelu-elukan Jokowi. Setelah meninjau Pasar Senen Blok III dan Blok VI, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau Pasar Lokbin (lokasi binaan) Cempakasari, Jakarta Pusat. Melihat keadaan pasar yang sudah tidak layak, Jokowi sampai garuk-garuk kepala.
Tiba di Pasar Cempakasari, Jokowi langsung disambut antusias oleh ratusan pedagang. Semuanya meneriakkan yel-yel untuk Jokowi. Jokowi pun melayani ajakan bersalaman para pedagang itu dengan ramah. Selanjutnya, Jokowi langsung menyusuri Pasar Cempakasari itu didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah DKI Jakarta Ratnaningsih. Setelah melihat kondisi Pasar Cempakasari, Jokowi pun mengatakan, semua pasar memang sudah terstereotipe kumuh. "Ya, pasar di mana-mana sama, kotor, kumuh, becek, bau, seperti enggak tertata. Ini yang mau kita usahakan," kata Jokowi di Pasar Cempakasari, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Jokowi mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta) harus menyediakan segala macam keperluan pasar tersebut. "Kalau perlu lapak-lapaknya ini ya dari kita, gerobaknya ini dari kita. Untuk awal-awal memang kita harus memberikan," ujarnya. Jokowi juga akan membenahi lantai-lantai pasar yang terkesan becek untuk diganti dengan keramik dan tidak kalah bagusnya dari lantai supermarket. "Ya, untuk lantai di keramik ya pokoknya enggak kalah dari supermarket dan hypermarket dari segi penataannya, maupun kondisi di dalamnya," ujar Jokowi.
Selain itu, ucap Jokowi, para pedagang tidak perlu dibebankan kembal, karena sudah dikenai beban retribusi. "Janganlah, kasihan. Pedagangnya sudah kena biaya retribusi," kata Jokowi. Setelah meninjau Pasar Cempakasari, Jokowi juga meninjau Pasar Gembrong Lama, Galur, Jakarta Pusat. Melihat Pasar Senen dan Pasar Lokasi Binaan (lokbin) Cempakasari, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hanya garuk-garuk kepala. Setelah melihat Pasar Gembrong Lama, Galur, Jakarta Pusat, Jokowi langsung terperangah.
Bukan karena kagum, melainkan karena kondisi pasar yang masih semipermanen dan beratapkan terpal biru membuatnya terhenyak, apalagi gang sempit di Pasar Gembrong Lama menjadikannya seperti pasar senggol. Setiap yang melintas, pasti bersentuhan. Jokowi lalu mendatangi seorang pedagang sayur dan masuk ke dalam lapaknya. Dia pun mendengarkan curhat para pedagang. Kebanyakan dari mereka mengeluhkan mengenai kondisi pasar itu. Jokowi sempat geleng-geleng kepala melihat keadaan kumuh di pasar tersebut. "Pasar ini... wah parah, lebih parah, sangat parah. Lihat saja ini bangunannya semipermanen, jalan buat airnya susah," kata Jokowi di Pasar Gembrong Lama, Galur, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Jokowi juga didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah DKI Ratnaningsih. Sesekali Jokowi berbincang dengan Ratnaningsih bersama para pedagang. Ajudan Jokowi pun dengan sigap mencatat apa-apa saja yang menjadi keluhan para pedagang dan pengunjung pasar. Kunjungan Jokowi ke Pasar Gembrong Lama ini tidak berlangsung lama, hanya sekitar lima menit. Sebelumnya, Jokowi juga meninjau Pasar Senen Blok III Blok VI dan Pasar Cempakasari, Jakarta Pusat. Di sana, ia juga berkomunikasi dengan para pedagang yang mengakui jika biaya sewa kios mereka terlalu mahal dan juga berkomunikasi dengan kepala pasar tersebut.
Dikatakan Jokowi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI harus membangun pasar dan menjadi pengelola pasar. Dengan begitu, harganya akan terjangkau. Ada kekhawatiran pedagang, kalau mahal, mereka tidak mampu membeli lapak atau kios, akhirnya mereka tersingkir. "Ya, itu masalahnya. Kita carikan jalan keluarnya. Yang bangun itu Pemerintah. Jadi, pedagangnya tetap masuk. Nanti akan saya panggil Dirut PD Pasar Jaya. Saya mau cepet-cepet pembangunannya. Jangan lama-lama," ujarnya. Saat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau Pasar Gembrong Lama, Galur, Jakarta Pusat, ada satu pedagang berteriak-teriak meminta Jokowi untuk memborong barang dagangannya. Dia adalah Sri Asih (47), penjual sayuran dan sembako.
Selama Jokowi menyusuri pasar sempit Gembrong Lama, Sri selalu mengelu-elukan nama Jokowi dan memohon agar memborong barang dagangannya. "Pak ayo Pak, dibeli dong Pak dagangan saya! Beli semuanya nih Pak, mau bayem, kangkung, semuanya ada, Pak," kata Sri di Pasar Gembrong Lama, Jakarta, Rabu (24/10/2012). Namun, Jokowi tampaknya tidak menghiraukan ajakan Ibu tersebut karena memang keadaan di dalam pasar yang sangat berdesak-desakan, panas, pengunjung, pedagang, dan wartawan bercampur jadi satu di tempat yang sempit itu. Saat Sri mengetahui Jokowi hanya melewatinya, Sri lalu marah. "Yah, Pak.. ngapain ke sini, kalau enggak dikasih uang," gerutu Sri.
Suasana yang berdesak-desakkan itu juga membuat Nenek Minah (78) kesulitan untuk berjalan. Padahal, ia datang memang hanya untuk berbelanja, bukan untuk bertemu orang nomor satu di Ibu Kota itu. "Aduh iki kok malah dadi sesek-sesekkan ning kene tho (ini kok jadi malah berdesakan di sini tho) ," kata Minah. Staf dari Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah DKI yang mendengar itu pun turut menenangkan Nenek Minah. "Sebentar ya Ibu, Bapaknya lagi ngomong sebentar saja," kata staf itu. Lalu, Nenek Minah menjawab kembali. "Bu, ini enggak bisa jalan jadinya," kata Minah. Staf itu kemudian menghibur Nenek Minah. Nenek Minah pun tidak berharap terlalu banyak kepada Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta yang baru. Ia hanya berharap dapat hidup tenang dan nyaman di tempat kelahirannya di Galur. "Yah kalau saya enggak neko-neko (macam-macam), Mbak. Sing (yang) penting bisa hidup tentrem aja gitu," ujarnya.
Selanjutnya, berikut isi petikan curhatan para pedagang pasar dengan Jokowi.
Jokowi: Ini Blok 6 Bu?
Pedagang: Iya Pak.
Jokowi: Sekarang ngomong maunya seperti apa pedagang?
Pedagang: Bisa terjangkau Pak sama kami para pedagang kecil, tetapi tetap menjadi pasar tradisional yang bisa dijangkau.
Jokowi: Maunya berapa?
Pedagang: Itu kewenangan Pemda, tetapi yang murah dan terjangkau.
Jokowi: Terjangkaunya tuh berapa?
Pedagang: Kami serahkan ke Bapak Gubernur. Desainnya dibuat seperti restoran dan hotel.
Jokowi: Saya sudah tahu.
Pedagang: Kami pedagang kaki lima, jadi kami harus dapat tempat ditata dengan rapi dan bagus. Kami maunya sesuai dengan kemampuan kami. Kami uangnya terbatas.
Jokowi: Ukurannya berapa?
Pedagang: Kita serahkan kepada Bapak sajalah.
Jokowi: 2x2 cukup enggak?
Pedagang: Gimana Pak?
Jokowi: Enggak tahu, saya ini orang baru. Nanti saya baca dulu yang terjangkau berapa sih yang dimaui. Pokoknya enggak merugikan.
Setelah "sesi curhat" bersama, Jokowi kembali menyusuri gang-gang sempit di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Jokowi juga mengakui jika beberapa kelompok di pasar tersebut menginginkan pembangunan tersebut tetap ada, tetapi pembangunan itu dilakukan oleh pemerintah setempat. "Dari informasi yang masuk ke saya, beberapa kelompok mereka ingin agar pasar ini tetap dibangun. Namun, yang bangun itu pemerintah, bukan developer sehingga harganya terjangkau oleh mereka," katanya.
Setelah meninjau Pasar Senen Blok III dan Blok VI, Jokowi juga meninjau Pasar Lokbin Cempaka Sari dan Pasar Gembrong Lama, Galur, Jakarta Pusat. Di pasar Senen ini, Jokowi kembali disambut antusias oleh para pedagang. Mereka pun mengelu-elukan Jokowi. Setelah meninjau Pasar Senen Blok III dan Blok VI, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau Pasar Lokbin (lokasi binaan) Cempakasari, Jakarta Pusat. Melihat keadaan pasar yang sudah tidak layak, Jokowi sampai garuk-garuk kepala.
Tiba di Pasar Cempakasari, Jokowi langsung disambut antusias oleh ratusan pedagang. Semuanya meneriakkan yel-yel untuk Jokowi. Jokowi pun melayani ajakan bersalaman para pedagang itu dengan ramah. Selanjutnya, Jokowi langsung menyusuri Pasar Cempakasari itu didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah DKI Jakarta Ratnaningsih. Setelah melihat kondisi Pasar Cempakasari, Jokowi pun mengatakan, semua pasar memang sudah terstereotipe kumuh. "Ya, pasar di mana-mana sama, kotor, kumuh, becek, bau, seperti enggak tertata. Ini yang mau kita usahakan," kata Jokowi di Pasar Cempakasari, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Jokowi mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta) harus menyediakan segala macam keperluan pasar tersebut. "Kalau perlu lapak-lapaknya ini ya dari kita, gerobaknya ini dari kita. Untuk awal-awal memang kita harus memberikan," ujarnya. Jokowi juga akan membenahi lantai-lantai pasar yang terkesan becek untuk diganti dengan keramik dan tidak kalah bagusnya dari lantai supermarket. "Ya, untuk lantai di keramik ya pokoknya enggak kalah dari supermarket dan hypermarket dari segi penataannya, maupun kondisi di dalamnya," ujar Jokowi.
Selain itu, ucap Jokowi, para pedagang tidak perlu dibebankan kembal, karena sudah dikenai beban retribusi. "Janganlah, kasihan. Pedagangnya sudah kena biaya retribusi," kata Jokowi. Setelah meninjau Pasar Cempakasari, Jokowi juga meninjau Pasar Gembrong Lama, Galur, Jakarta Pusat. Melihat Pasar Senen dan Pasar Lokasi Binaan (lokbin) Cempakasari, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hanya garuk-garuk kepala. Setelah melihat Pasar Gembrong Lama, Galur, Jakarta Pusat, Jokowi langsung terperangah.
Bukan karena kagum, melainkan karena kondisi pasar yang masih semipermanen dan beratapkan terpal biru membuatnya terhenyak, apalagi gang sempit di Pasar Gembrong Lama menjadikannya seperti pasar senggol. Setiap yang melintas, pasti bersentuhan. Jokowi lalu mendatangi seorang pedagang sayur dan masuk ke dalam lapaknya. Dia pun mendengarkan curhat para pedagang. Kebanyakan dari mereka mengeluhkan mengenai kondisi pasar itu. Jokowi sempat geleng-geleng kepala melihat keadaan kumuh di pasar tersebut. "Pasar ini... wah parah, lebih parah, sangat parah. Lihat saja ini bangunannya semipermanen, jalan buat airnya susah," kata Jokowi di Pasar Gembrong Lama, Galur, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Jokowi juga didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah DKI Ratnaningsih. Sesekali Jokowi berbincang dengan Ratnaningsih bersama para pedagang. Ajudan Jokowi pun dengan sigap mencatat apa-apa saja yang menjadi keluhan para pedagang dan pengunjung pasar. Kunjungan Jokowi ke Pasar Gembrong Lama ini tidak berlangsung lama, hanya sekitar lima menit. Sebelumnya, Jokowi juga meninjau Pasar Senen Blok III Blok VI dan Pasar Cempakasari, Jakarta Pusat. Di sana, ia juga berkomunikasi dengan para pedagang yang mengakui jika biaya sewa kios mereka terlalu mahal dan juga berkomunikasi dengan kepala pasar tersebut.
Dikatakan Jokowi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI harus membangun pasar dan menjadi pengelola pasar. Dengan begitu, harganya akan terjangkau. Ada kekhawatiran pedagang, kalau mahal, mereka tidak mampu membeli lapak atau kios, akhirnya mereka tersingkir. "Ya, itu masalahnya. Kita carikan jalan keluarnya. Yang bangun itu Pemerintah. Jadi, pedagangnya tetap masuk. Nanti akan saya panggil Dirut PD Pasar Jaya. Saya mau cepet-cepet pembangunannya. Jangan lama-lama," ujarnya. Saat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau Pasar Gembrong Lama, Galur, Jakarta Pusat, ada satu pedagang berteriak-teriak meminta Jokowi untuk memborong barang dagangannya. Dia adalah Sri Asih (47), penjual sayuran dan sembako.
Selama Jokowi menyusuri pasar sempit Gembrong Lama, Sri selalu mengelu-elukan nama Jokowi dan memohon agar memborong barang dagangannya. "Pak ayo Pak, dibeli dong Pak dagangan saya! Beli semuanya nih Pak, mau bayem, kangkung, semuanya ada, Pak," kata Sri di Pasar Gembrong Lama, Jakarta, Rabu (24/10/2012). Namun, Jokowi tampaknya tidak menghiraukan ajakan Ibu tersebut karena memang keadaan di dalam pasar yang sangat berdesak-desakan, panas, pengunjung, pedagang, dan wartawan bercampur jadi satu di tempat yang sempit itu. Saat Sri mengetahui Jokowi hanya melewatinya, Sri lalu marah. "Yah, Pak.. ngapain ke sini, kalau enggak dikasih uang," gerutu Sri.
Suasana yang berdesak-desakkan itu juga membuat Nenek Minah (78) kesulitan untuk berjalan. Padahal, ia datang memang hanya untuk berbelanja, bukan untuk bertemu orang nomor satu di Ibu Kota itu. "Aduh iki kok malah dadi sesek-sesekkan ning kene tho (ini kok jadi malah berdesakan di sini tho) ," kata Minah. Staf dari Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah DKI yang mendengar itu pun turut menenangkan Nenek Minah. "Sebentar ya Ibu, Bapaknya lagi ngomong sebentar saja," kata staf itu. Lalu, Nenek Minah menjawab kembali. "Bu, ini enggak bisa jalan jadinya," kata Minah. Staf itu kemudian menghibur Nenek Minah. Nenek Minah pun tidak berharap terlalu banyak kepada Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta yang baru. Ia hanya berharap dapat hidup tenang dan nyaman di tempat kelahirannya di Galur. "Yah kalau saya enggak neko-neko (macam-macam), Mbak. Sing (yang) penting bisa hidup tentrem aja gitu," ujarnya.
Tuesday, October 23, 2012
Sambut Jokowi di Kampung Pulo
Joko Widodo hingga Selasa (23/10/2012) ini belum juga meninjau korban banjir Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Rencananya, Gubernur DKI Jakarta itu baru akan ke kawasan "Kampung Banjir" tersebut setelah melakukan pertemuan tertutup dengan Pertamina. Namun, ketika dikonfirmasi langsung ke Jokowi, mantan Wali Kota Solo itu tetap tidak dapat memberi kepastian. "Ini sekarang mau ke Pertamina dulu. Kalau ke Kampung Pulo-nya lihat nanti, ya," kata Jokowi di Balaikota DKI Jakarta.
Sementara itu, para wartawan dan staf humas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta) pun sudah berangkat menuju lokasi banjir Kampung Pulo. Seharusnya, Jokowi meninjau Kampung Pulo setelah mengunjungi Polda Metro Jaya pada Senin (22/10/2012) kemarin. Namun, karena ada urusan mendadak di Balaikota, Jokowi pun urung melaksanakan niatnya ke Kampung Pulo. "Ini tadi saya ada urusan di Balaikota. Kalau enggak ada urusan, saya sudah dari Polda ke sana tadi," kata Jokowi. Korban banjir di Kampung Pulo tercatat sebanyak 562 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.556 jiwa. Jumlah tersebut merupakan bagian warga dari 2 RW dan 34 RT di Kampung Pulo atau yang akrab disebut "Kampung Banjir" tersebut.
Rencana kedatangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ke Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur, ternyata sudah terdengar sampai ke telinga warga. Warga setempat pun sudah bersiap-siap di depan gang untuk menyambut kedatangan orang nomor satu di Ibu Kota itu. Puluhan anak kecil pun sudah banyak yang bersiap menyambut Jokowi. Anak-anak itu meneriakkan berbagai yel-yel, seperti, "Hidup Jokowi", "Jokowi Ahok Ahok", "Jokowow". Salah satunya adalah Rizky (9). Hanya mengenakan singlet dan celana pendeknya saja, Rizky mengaku 'kabur' dari tidur siangnya. Dia tidak mau ketinggalan menyambut Jokowi. "Taunya dari Emak. Katanya Jokowi mau dateng," kata Rizky di Kampung Pulo, Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Selain Rizky, Nana (11) yang masih memakai seragam sekolah juga rela menunggu kedatangan Jokowi. Ia baru pulang dari sekolahnya di SDN Kampung Melayu 02, Jakarta Timur, sekitar pukul 13.00 WIB. Namun saat tiba di rumah, ia mendengar Jokowi akan datang. "Ngefans banget sama Pak Jokowi. Nanti mau foto-foto," katanya. Nana sempat menceritakan betapa kecewa dia karena Jokowi batal datang pada Senin (22/10/2012) kemarin. "Kemaren udah denger Jokowi mau dateng. Yah, Jokowi-nya datengnya pas udah enggak ada airnya," ujar Nana. Selain anak-anak kecil yang menyambut Jokowi, tampak pula kambing-kambing yang bersiap dijual untuk kurban juga tampak berada di gang lokasi peninjauan Jokowi. Ikut berada di antara mereka Kepala Dinas Perumahan DKI Novizal dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emmawati. Pantauan Kompas.com, tampak puluhan warga dan anak-anak sudah mulai ramai menyambut Jokowi. Namun hingga pukul 15.10 WIB, Jokowi belum tiba di lokasi.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo datang meninjau lokasi banjir di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ia datang dengan menggunakan setelan kemeja polos putih, celana bahan hitam, dan sepatu kanvas cokelat favoritnya. Setelah menyusuri dan meninjau Kampung Pulo, ia mengatakan baru akan bermusyawarah dengan warga untuk mengatasi permasalahan banjir yang selalu datang menerjang kampung mereka. "Oleh sebab itu, saya baru akan bertanya kepada masyarakat pengennya itu yang seperti apa? Pengennya dicari solusi seperti apa? Saya enggak berani menentukan sebelum berbicara ke masyarakat. Mungkin nanti ya sehari sampai dua hari saya mau ketemu dengan suasana yang tidak seperti ini," kata Jokowi di Kampung Pulo, Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Selain itu, Jokowi juga tidak akan terburu-buru untuk memutuskan apakah di Kampung Pulo akan dibangun kampung deret atau tidak. "Intinya sih ya ke sana, ke kampung deret. Tapi, saya mau tanya ke masyarakat dulu, tidak mau tergesa-gesa," ujar Jokowi. Untuk lokasi kampung deret untuk warga Kampung Pulo, Jokowi menyatakan sudah menyiapkan lokasinya. Namun, Jokowi masih merahasiakan di mana lokasi untuk kampung deret tersebut. "Sudah ada, tapi saya tidak sampaikan karena saya perlu dialog dulu, perlu ngomong dulu baru dijalankan," ujarnya.
Jokowi tiba di Kampung Pulo sekitar pukul 15.30 WIB. Jokowi datang dengan didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Ery Basworo, Kepala Dinas Perumahan DKI Novizal, dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emmawati. Jokowi datang disambut sangat antusias oleh warga setempat. Jokowi pun tak sungkan-sungkan untuk melayani permintaan salaman dari para warga. Selain itu, Jokowi juga sempat memberikan sebanyak 23 karung beras, dan secara simbolik diserahkan kepada Ketua RW setempat.
Sementara itu, para wartawan dan staf humas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta) pun sudah berangkat menuju lokasi banjir Kampung Pulo. Seharusnya, Jokowi meninjau Kampung Pulo setelah mengunjungi Polda Metro Jaya pada Senin (22/10/2012) kemarin. Namun, karena ada urusan mendadak di Balaikota, Jokowi pun urung melaksanakan niatnya ke Kampung Pulo. "Ini tadi saya ada urusan di Balaikota. Kalau enggak ada urusan, saya sudah dari Polda ke sana tadi," kata Jokowi. Korban banjir di Kampung Pulo tercatat sebanyak 562 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.556 jiwa. Jumlah tersebut merupakan bagian warga dari 2 RW dan 34 RT di Kampung Pulo atau yang akrab disebut "Kampung Banjir" tersebut.
Rencana kedatangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ke Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur, ternyata sudah terdengar sampai ke telinga warga. Warga setempat pun sudah bersiap-siap di depan gang untuk menyambut kedatangan orang nomor satu di Ibu Kota itu. Puluhan anak kecil pun sudah banyak yang bersiap menyambut Jokowi. Anak-anak itu meneriakkan berbagai yel-yel, seperti, "Hidup Jokowi", "Jokowi Ahok Ahok", "Jokowow". Salah satunya adalah Rizky (9). Hanya mengenakan singlet dan celana pendeknya saja, Rizky mengaku 'kabur' dari tidur siangnya. Dia tidak mau ketinggalan menyambut Jokowi. "Taunya dari Emak. Katanya Jokowi mau dateng," kata Rizky di Kampung Pulo, Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Selain Rizky, Nana (11) yang masih memakai seragam sekolah juga rela menunggu kedatangan Jokowi. Ia baru pulang dari sekolahnya di SDN Kampung Melayu 02, Jakarta Timur, sekitar pukul 13.00 WIB. Namun saat tiba di rumah, ia mendengar Jokowi akan datang. "Ngefans banget sama Pak Jokowi. Nanti mau foto-foto," katanya. Nana sempat menceritakan betapa kecewa dia karena Jokowi batal datang pada Senin (22/10/2012) kemarin. "Kemaren udah denger Jokowi mau dateng. Yah, Jokowi-nya datengnya pas udah enggak ada airnya," ujar Nana. Selain anak-anak kecil yang menyambut Jokowi, tampak pula kambing-kambing yang bersiap dijual untuk kurban juga tampak berada di gang lokasi peninjauan Jokowi. Ikut berada di antara mereka Kepala Dinas Perumahan DKI Novizal dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emmawati. Pantauan Kompas.com, tampak puluhan warga dan anak-anak sudah mulai ramai menyambut Jokowi. Namun hingga pukul 15.10 WIB, Jokowi belum tiba di lokasi.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo datang meninjau lokasi banjir di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Ia datang dengan menggunakan setelan kemeja polos putih, celana bahan hitam, dan sepatu kanvas cokelat favoritnya. Setelah menyusuri dan meninjau Kampung Pulo, ia mengatakan baru akan bermusyawarah dengan warga untuk mengatasi permasalahan banjir yang selalu datang menerjang kampung mereka. "Oleh sebab itu, saya baru akan bertanya kepada masyarakat pengennya itu yang seperti apa? Pengennya dicari solusi seperti apa? Saya enggak berani menentukan sebelum berbicara ke masyarakat. Mungkin nanti ya sehari sampai dua hari saya mau ketemu dengan suasana yang tidak seperti ini," kata Jokowi di Kampung Pulo, Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Selain itu, Jokowi juga tidak akan terburu-buru untuk memutuskan apakah di Kampung Pulo akan dibangun kampung deret atau tidak. "Intinya sih ya ke sana, ke kampung deret. Tapi, saya mau tanya ke masyarakat dulu, tidak mau tergesa-gesa," ujar Jokowi. Untuk lokasi kampung deret untuk warga Kampung Pulo, Jokowi menyatakan sudah menyiapkan lokasinya. Namun, Jokowi masih merahasiakan di mana lokasi untuk kampung deret tersebut. "Sudah ada, tapi saya tidak sampaikan karena saya perlu dialog dulu, perlu ngomong dulu baru dijalankan," ujarnya.
Jokowi tiba di Kampung Pulo sekitar pukul 15.30 WIB. Jokowi datang dengan didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Ery Basworo, Kepala Dinas Perumahan DKI Novizal, dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emmawati. Jokowi datang disambut sangat antusias oleh warga setempat. Jokowi pun tak sungkan-sungkan untuk melayani permintaan salaman dari para warga. Selain itu, Jokowi juga sempat memberikan sebanyak 23 karung beras, dan secara simbolik diserahkan kepada Ketua RW setempat.
Thursday, October 18, 2012
Jokowi Tengok Kampung Marunda
Kedatangan Joko Widodo di Pondok Pesantren Nur At Tauhid, Jalan Bambu Kuning, RT 10 RW 2 Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Kedatangannya pun disambut antusias oleh warga sekitar. Kepada warga yang menyambutnya, Jokowi menceritakan perjalanannya. Dia mengaku terkena macet. Dia menganggap jarak antara Balaikota DKI Jakarta dan Marunda sangat jauh. "Jauh sekali jaraknya, bagaikan langit dan bumi" kata Jokowi sambil melempar senyum khasnya, Kamis (18/10/2012). Kepada warga, Jokowi mengatakan bahwa banyak yang harus dibenahi di Marunda. Jokowi pun mengatakan, daerah Marunda, Jakarta Utara, sudah bukan seperti di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku terkejut ketika melihat kondisi perkampungan Bambu Kuning, Marunda, Jakarta Utara. Dia tidak menyangka di Jakarta masih ada perkampungan kumuh seperti di Bambu Kuning.
Jokowi menggunakan setelan kemeja polos berwarna putih, celana bahan berwarna hitam, dan sepatu kanvas berwarna coklat. Ia didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan Novizal dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ery Basworo. Menurut Jokowi, keduanya diajak untuk melihat realita di lapangan. "Nah, ini yang mau saya tunjukkan, makanya dinas-dinas saya bawa semuanya. Ini lho ada kampung di Jakarta yang masih seperti ini," kata Jokowi. Selain itu, dia juga mendengar bahwa di Bambu Kuning ada pembebasan tanah untuk waduk. Selanjutnya, Jokowi berencana melakukan pembangunan Marunda melalui penataan kota. "Ya, nanti ini, kan, kita mau bangun kampung banyak sekali, tahun depan itu jadi harus ditentukan mana titik-titik yang harus dikerjakan. Ada proses perencanaan, buat set plan, gambar, ada design engineering detail, baru dilaksanakan. Ini prosesnya seperti itu," papar mantan wali kota Solo itu.
Setelah mengunjungi Pondok Pesantren Nur At Tauhid di Bambu Kuning, Marunda, Jokowi mengunjungi Rusunawa Marunda, meninjau sebentar Rumah Si Pitung, dan menengok Kanal Banjir Timur di Marunda, Jakarta Utara. Jokowi mengaku prihatin melihat keadaan rusunawa yang sudah tidak terawat. Setelah Jokowi meninjau rusunawa itu, ia menemukan banyak sekali permasalahan-permasalahan simpel yang selalu terjadi di rusunawa itu. Jokowi yang datang meninjau mengimbau kepada dinas terkait untuk segera memperbaiki rusunawa itu. Tampak beberapa kali Jokowi berbincang dengan Novizal dalam tinjauan itu. "Saya sudah perintahkan ini segera semuanya diperbaiki, kemudian masyarakat yang berpenghasilan rendah dapat segera masuk sini," kata Jokowi.
Masyarakat yang dapat menempati Rusunawa pun, dikatakan oleh Jokowi, sebaiknya diberikan subsidi penuh. "Segera masyarakat nempatin di sini. Kalau perlu diberikan subsidi penuh sehingga semuanya berbondong-bondong ke sini, entah digratisin dulu tiga tahun atau lima tahun enggak apa-apa, yang penting penuh dulu. Daripada itu coba uang negara, uang rakyat, tapi pintunya enggak ada, catnya mengelupas semua, udah lima tahun enggak dipakai," kata Jokowi. Sementara itu, saat ditanyakan terkait anggaran yang akan dipergunakan untuk pembiayaan perbaikan Rusunawa Marunda, Jokowi mengatakan, perbaikan itu membutuhkan dana yang tidak besar. "Kalau hanya untuk mengecat ya murah, hanya perbaikan yang bocor-bocor itu murah. Memang yang diperlukan adalah hanya controlling," ujar Jokowi.
Jokowi menggunakan setelan kemeja polos berwarna putih, celana bahan berwarna hitam, dan sepatu kanvas berwarna coklat. Ia didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan Novizal dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ery Basworo. Menurut Jokowi, keduanya diajak untuk melihat realita di lapangan. "Nah, ini yang mau saya tunjukkan, makanya dinas-dinas saya bawa semuanya. Ini lho ada kampung di Jakarta yang masih seperti ini," kata Jokowi. Selain itu, dia juga mendengar bahwa di Bambu Kuning ada pembebasan tanah untuk waduk. Selanjutnya, Jokowi berencana melakukan pembangunan Marunda melalui penataan kota. "Ya, nanti ini, kan, kita mau bangun kampung banyak sekali, tahun depan itu jadi harus ditentukan mana titik-titik yang harus dikerjakan. Ada proses perencanaan, buat set plan, gambar, ada design engineering detail, baru dilaksanakan. Ini prosesnya seperti itu," papar mantan wali kota Solo itu.
Setelah mengunjungi Pondok Pesantren Nur At Tauhid di Bambu Kuning, Marunda, Jokowi mengunjungi Rusunawa Marunda, meninjau sebentar Rumah Si Pitung, dan menengok Kanal Banjir Timur di Marunda, Jakarta Utara. Jokowi mengaku prihatin melihat keadaan rusunawa yang sudah tidak terawat. Setelah Jokowi meninjau rusunawa itu, ia menemukan banyak sekali permasalahan-permasalahan simpel yang selalu terjadi di rusunawa itu. Jokowi yang datang meninjau mengimbau kepada dinas terkait untuk segera memperbaiki rusunawa itu. Tampak beberapa kali Jokowi berbincang dengan Novizal dalam tinjauan itu. "Saya sudah perintahkan ini segera semuanya diperbaiki, kemudian masyarakat yang berpenghasilan rendah dapat segera masuk sini," kata Jokowi.
Masyarakat yang dapat menempati Rusunawa pun, dikatakan oleh Jokowi, sebaiknya diberikan subsidi penuh. "Segera masyarakat nempatin di sini. Kalau perlu diberikan subsidi penuh sehingga semuanya berbondong-bondong ke sini, entah digratisin dulu tiga tahun atau lima tahun enggak apa-apa, yang penting penuh dulu. Daripada itu coba uang negara, uang rakyat, tapi pintunya enggak ada, catnya mengelupas semua, udah lima tahun enggak dipakai," kata Jokowi. Sementara itu, saat ditanyakan terkait anggaran yang akan dipergunakan untuk pembiayaan perbaikan Rusunawa Marunda, Jokowi mengatakan, perbaikan itu membutuhkan dana yang tidak besar. "Kalau hanya untuk mengecat ya murah, hanya perbaikan yang bocor-bocor itu murah. Memang yang diperlukan adalah hanya controlling," ujar Jokowi.